Pandeglang | MMC – Gedung sekolah yang kusam dan kurang perawatan dapat disebabkan oleh minimnya pemeliharaan rutin, seperti membersihkan dan memperbaiki kerusakan kecil, yang berdampak negatif pada kenyamanan, kesehatan, dan konsentrasi siswa. Dampak negatifnya meliputi lingkungan belajar yang tidak nyaman, potensi penyakit, dan penurunan kualitas belajar. Untuk mengatasinya, diperlukan jadwal pemeliharaan rutin, perbaikan kerusakan yang tertunda, serta kepedulian dari seluruh pihak sekolah untuk menjaga kebersihan dan keamanan.
Seperti kondisi gedung dan lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikeusik satu Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang Banten, didapati bangunan nampak kusam di bagian tembok dan pagar gedung.(18-10-25)
Disisilain pemerintah tiap tahunya telah mengucurkan bantuan operasional sekolah (Bos)untuk pemeliharaan sarana dan prasarana gedung sekolah, guna untuk meningkatkan mutu dan kualitas kegiatan Belajar mengajar.
Kepala sekolah SDN Cikeusik satu ketika di konfirmasi melaui sambungan WhatsApp pribadinya mengatakan jika gedung tersebut sebelumnya sudah ada pengecatan pada bulan Agustus 2025 dan pada tahun 2024 juga,
“Kusamnya tembok bangunan kemungkinan karna kehujanan jadi luntur.” katanya singkat. 18/10.
Perlu diketahui kurangnya perawatan pada fasilitas lingkungan sekolah akan berdampak negatif, seperti :
Mengganggu kenyamanan dan konsentrasi : Ruang kelas yang kotor dan tidak terawat bisa membuat siswa merasa tidak nyaman dan sulit fokus belajar.
Menimbulkan masalah kesehatan: Lingkungan yang kotor berpotensi menyebarkan penyakit seperti flu, batuk, atau infeksi kulit.
Menghambat proses belajar mengajar: Kualitas belajar bisa menurun karena kondisi fisik sekolah yang tidak memadai, padahal kondisi yang baik akan membuat siswa lebih nyaman.
Menurunkan moral dan semangat: Lingkungan yang tidak terawat dapat menurunkan semangat belajar siswa dan staf sekolah.
Solusi untuk mengatasi
Lakukan pemeliharaan rutin: Lakukan pembersihan secara berkala di seluruh sudut sekolah, termasuk membersihkan dinding, lantai, dan perabotan.
Perbaiki kerusakan segera: Segera perbaiki kerusakan kecil seperti dinding retak, atap bocor, atau kusen yang rusak untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan biaya yang lebih besar di kemudian hari.
Pastikan ventilasi dan pencahayaan memadai: Pastikan ruang kelas memiliki ventilasi yang cukup dan pencahayaan yang memadai untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Tingkatkan kesadaran warga sekolah: Libatkan seluruh pihak sekolah (kepala sekolah, guru, staf, dan siswa) untuk menjaga kebersihan dan merawat gedung sekolah.
Atur jadwal piket kebersihan: Buat jadwal piket rutin untuk memastikan kebersihan kelas dan area sekolah lainnya terjaga.
Libatkan pengawasan dari pihak terkait: Jika diperlukan, ajukan pengaduan atau sidak kepada dinas terkait untuk meninjau kondisi fasilitas sekolah yang kurang terawat.(jun/red)














