DKPP Bojonegoro Paparkan Bibit Unggul Tahan Kering-Banjir, di Bupati Medhayoh

  • Bagikan

BOJONEGORO  – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian/DKPP Kabupaten Bojonegoro memperkenalkan varietas padi unggul baru “Gamagora7” hasil kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada UGM. Paparan disampaikan Kepala DKPP Zaenal Fanani saat Bupati Medayoh di Situs Perahu Besi Kuno Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro  Jawa Timur. Pada Kamis (11/06/2026).

Fanani mengawali paparan dengan mengingatkan petani soal “masa kejayaan” benih padi. Selama ini Inpari 32 jadi favorit petani Bojonegoro, didampingi Inpari 46.

“Setiap bibit itu ada masa jayanya, Bapak Ibu. Dulu Ir 36 zaman Orba luar biasa, lalu diganti IR64. Sekarang Inpari 32 yang jaya. Tapi namanya benih pasti ada penurunan produktivitas karena rentan hama dan penyakit. Karena itu kita anjurkan pergantian varietas unggul baru,” ujar Fanani.

DKPP Bojonegoro bersama UGM menciptakan Gamagora7. Varietas ini jadi andalan Pemkab untuk menghadapi iklim tak menentu.

“Kelebihan Gamagora7, pertama, relatif tahan kekeringan dan tahan genangan. Jadi kakean udan yo kuat, udane kurang yo kuat. Pas untuk sawah tadah hujan di Gayam dan daerah lain,” jelas Fanani.

Lanjutnya, kelebihan kedua, produktivitas tinggi. Uji coba di Desa Sendangrejo, Ngasem yang biasanya panen 5 ton/ha, setelah pakai Gamagora7 naik jadi 7,6 ton/ha. Di Kebonbaru, Bayemgede dari 6 ton naik jadi 8 ton/ha.

“Rata-rata kita target 8,8 ton/hektar. Usia panennya juga cepat, 80 hari sudah panen. Plus rasanya enak, pulen, wangi. Karena ketuanya dari padi Pandan Wangi Klaten,” katanya.

Fanani menekankan Gamagora7 harus didampingi bakteri bacillus agar hasil maksimal.

“Bakteri bacillus ini luar biasa. Fungsinya dua: satu, melepaskan unsur fosfat di tanah Bojonegoro yang terikat di tanah liat agar bisa diserap padi. Kedua, mengikat nitrogen dari udara. Tanah Bojonegoro P dan K-nya tinggi, tapi terikat. Bakteri ini yang mengeluarkan,” jelasnya.

Atas arahan Bupati Setyo Wahono, DKPP berkomitmen menyebarkan Gamagora7 ke seluruh kecamatan. Tahun 2026 Pemkab akan memberikan bantuan benih padi dan jagung Gamagora7 sebanyak 45 ton atau 45.000 kg untuk petani Bojonegoro.

“Atas petunjuk Bapak Bupati, DKPP akan perjuangkan seluruh petani Bojonegoro dapat padi Gamagora7 dan penggunaan bakteri bacillus. Dengan teknologi ini, Insyaallah produktivitas yang sudah tinggi akan semakin tinggi,” pungkas Fanani.

Perkenalan Gamagora7 ini jadi jawaban Pemkab atas tantangan sawah tadah hujan dan hama penyakit yang disampaikan Camat Gayam sebelumnya. (Red/Dik).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan