KOTA BOGOR | mmcnews.id ,– Puluhan massa dari Presidium Kota Bogor gelar aksi unjuk rasa yang damai di halaman depan Gedung Walikota Bogor, Senin (20/7/2026). Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan mendalam sekaligus desakan terhadap pihak berwenang terkait maraknya praktik prostitusi online yang belakangan ini merebak di wilayah Kota Bogor dan dinilai mengancam tatanan sosial serta moralitas masyarakat.
Dalam orasinya, koordinator aksi menyampaikan bahwa laporan dan temuan di lapangan menunjukkan praktik prostitusi online di Kota Bogor salah satunya di Hotel smart hotel atau dulu disebut Hotel bahagia, tidak lagi bersifat terisolasi, melainkan telah beroperasi dengan pola yang terorganisir dan memanfaatkan kemajuan teknologi digital serta media sosial untuk menjangkau calon klien.
Hal ini dinilai sangat merugikan, terutama karena berpotensi melibatkan kelompok rentan dan menyalahi norma hukum maupun nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi warga Kota Bogor.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat ancaman ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Presidium Kota Bogor menerima banyak keluhan warga yang merasa resah dan khawatir atas keamanan serta masa depan lingkungan mereka. Prostitusi online bukan sekadar masalah individu, melainkan kejahatan yang merusak sendi kehidupan bermasyarakat,” ujar koordinator aksi di hadapan massa dan petugas keamanan.
Massa aksi menyampaikan empat tuntutan utama kepada Pemerintah Kota Bogor dan kepolisian setempat. Pertama, melakukan penelusuran dan penindakan tegas terhadap jaringan sindikat prostitusi online yang beroperasi di wilayah Kota Bogor hingga ke akar-akarnya.
Kedua, membentuk tim terpadu yang melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk memantau serta mencegah praktik serupa.
Ketiga, menyusun program pemberdayaan dan pendampingan bagi korban praktik tersebut guna memulihkan kondisi fisik maupun mental mereka.
Keempat, meningkatkan literasi digital dan penyuluhan hukum kepada masyarakat luas agar tidak terjebak atau terlibat dalam jaringan kejahatan ini.
Pihak kepolisian dan petugas keamanan di lokasi aksi melakukan pengawasan ketat namun bersifat kooperatif demi menjaga ketertiban umum.
Perwakilan Pemerintah Kota Bogor hadir menerima surat tuntutan dari massa aksi. Dalam tanggapan singkatnya, perwakilan walikota menyatakan akan mempelajari isi surat tersebut dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menangani permasalahan yang menjadi perhatian warga ini.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan damai tanpa terjadinya insiden yang merugikan pihak manapun. Massa akan membubarkan diri setelah aspirasi mereka didengar dan atau setelah memastikan tuntutan mereka diterima dengan baik oleh pihak pemerintah daerah. (Zig)















