Reporter. : Ratri
Editor. : Didik Sap
Sumber. : Humas Polres Blitar
Blitar ] mmcnews.id – Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah Amd bersama Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela S.H.,S.I.K.M.H, menghadiri kegiatan Harlah NU ke 98 dan Muskercab Ke – 2 Tahun 2021 PCNU Kabupaten Blitar yang bertempat di
Ponpes ” Mamba’ul Hisan Al – Mukarrom Jl. Gajah Mada No 102 Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar Minggu 28 Februari 2021 pada pukul 09.00 Wib s/d 12.00 Wib.
Kegiatan Harlah NU ke 98 dan Muskercab Ke – 2 Tahun 2021 yang dihadiri oleh, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar MAg, Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, Amd, Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela,SH., S.I.K.M.H, Wakil Ketua 1 DPRD Kab. Blitar Abdul Munib,
Rektor UNU Blitar Prof. Dr. H.M.Zainuddin, M.Pd, Anggota DPRD Jatim H. Ahmad Thamim S.Hi, M.Hi, Muspika Kecamatan Wlingi,
Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Jajaran Rois dan Syuriah PCNU Blitar,
Pengurus Harian PCNU Kabupaten Blitar, Ketua dan Rois MWC NU Se Kabupaten Blitar,
Ketua dan Sekertaris Lembaga PCNU Se Kabupaten Blitar, Ketua Banom PCNU Se Kabupaten Blitar.
Sebagai pembuka kegiatan Harlah Nu Ke – 98 dengan diiringi oleh lantunan pembacaan ayat Suci Alqur’an, Sholawat Badar, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Subhanal Waton.
Acara dibuka dengan sambutan PBNU Jatim , dalam sambutanya PBNU Jatim mengucapkan
Asalamualikum Wr. Wb Yang saya hormati dan saya ta’dimi Poro yai, Ibu bupati,Bapak Kapolres dan semua pengurus Nu Kabupaten Blitar dan hadirin yang hadir.
Disampaikan saat ini banyak makam auliah para sahabat yang di gusur guna memusnahkan dan merubah untuk menghilangkan jejak Islam yang sebenarnya , banyak orang Islam namun Islam Wahabi karena ajaran Islam model Indonesia model NU tidak di pelajari.
Lanjut dia , Maka itu apabila kita punya saudara punya anak ayo kita pelajari kitab yang asli indonesia ,kitab dari NU yang masih murni dan belum di ubah ubah sehingga akan menjadi pemahaman yang tidak keliru. Maka dari itu jika ada anak kita yang ingin mondok kita masukan pondok yang asli Nusantara karena ponpes Nusantara jelas masih menggunakan kitab yang shoheh.
monggo Kita kembali ke Islam model Nusantara karena sejatinya Islam adalah agama ya Rahmatan lilalamin.
“Monggo sebelum saya akhiri kalau ada masjid masjid yang merupakan waqaf Nu di data dan dijaga serta apabila ada masjid yang belum ada sertifikat agar segera diurus dan di beri papan sesuai dengan standar NU.”pungkasnya.















