FPI Dibubarkan, Ini Tanggapan Amin Rais

  • Bagikan

Mmcnews.id – Politikus senior Amien Rais mengecam pemerintah yang mengeluarkan pelarangan Front Pembela Islam (FPI). Amien menuding langkah politik pemerintah itu menghabisi bangunan demokrasi.

“Jadi saudara-saudaraku saya melihat ini sebuah langkah politik yang memang menurut saya menghabisi bangunan demokrasi kita,” ujar Amien dikutip dari akun YouTube Amien Rais Official, Jumat (1/1).

Dalam membela FPI, Amien Rais juga mengutip kisah Firaun. “Wanti-wanti saya kepada Pak Jokowi ketika Firaun mengganas di Mesir biadab sekali, ada orang beriman, ‘hei Firaun dan konconya jangan kamu biadab jangan membunuh orang semau mu’,” kata pendiri Partai Ummat ini.

“Bahwa nanti pada saatnya kamu akan diganjar hukuman oleh Allah,” imbuh Amien.

Mantan Ketua Umum PAN ini secara langsung mengingatkan Presiden Jokowi dan Menko Polhukam Mahfud MD bahwa akan ada ganjaran karena membubarkan FPI. Amien mengingatkan pemerintah supaya tidak menyesal setelah masa jabatan selesai.

“Kalau kayak begini-begini diteruskan monggo silakan gaspol silakan terus tetapi itu urusan anda Pak Jokowi dan teman-teman juga Mahfud ya kemarin membubarkan itu. Hati-hati ya Mahfud urusannya langsung sama Allah,” kata Amien.

“Tolong tiga tahun setelah ini kalau anda masih berkuasa sampai akhir 2024, nanti anda menoleh ke belakang, ya Allah kok dulu bisa begitu saya, tetapi sudah terlambat,” ucap Amien.

Ia juga menuduh pemerintah telah mengecap enam anggota laskar FPI yang ditembak di Tol Cikampek sebagai teroris. Hal itu karena dalam pertimbangan Surat Keputusan Bersama (SKB) enam pejabat tertinggi kementerian dan lembaga, disebut 35 anggota dan/atau pengurus FPI terlibat terorisme.

Lebih lanjut, Amien bilang, dengan begitu tidak akan ada pengadilan HAM berat untuk mengusut penembakan tersebut. “Jadi saudara Jokowi saya tahu bahwa tidak mungkin ada lagi pengadilan HAM berat karena enam laskar FPI itu sejak semula di-frame sebagai teroris. Karena itu anda gagal melampaui ujian berat yang pertama,” kata Amien.

Amien juga bilang, Komnas HAM memberikan harapan palsu mengusut tuntas kasus penembakan tersebut. Ia juga menyinggung pemerintah tidak akan serius mengurus korupsi bansos.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan