Kekeringan Dampak Kemarau Panjang, MWC-NU Sumberejo Dropping Air Bersih di Sumberharjo

  • Bagikan

Bojonegoro|MMCNews.Id – Kemarau Panjang di Kabupaten Bojonegoro Berdampak Pada Sumber Mata Air di Sebagian Wilayah Seperti Di Dusun Kedungdowo Desa Sumberharjo Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro Mengalami Kesulitan Air Untuk Konsumsi Kebutuhan Sehari-Hari. Hal Itu Diperparah Dengan Letak Wilayah Dusun Kedungdowo Sebagai Wilayah Tadah Hujan/Ada Air Bila Turun Hujan.

Melalui LAZISNU (Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodakoh Nahdlatul Ulama) MWC NU Sumberrejo Melakukan Dropping Air bersih sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengatasi kekeringan dan warga yang kesulitan air.

H.M Ihksan selaku Ketua MWC-NU Sumberejo melalui Ariadi alias Ari Koyek salah seoramg perwakilan LAZISNU-MWC NU Sumberejo mengatakan, semoga bantuan air hari ini dapat membantu dan bermanfaat.

“Semoga bantuan yang kita salurkan dapat membantu warga dan bisa bermanfaat,” ucap Ari salah seorang perwakilan Dropping Air.

Selain Di Dusun Kedungdowo Pihaknya sudah melakukan dropping air, seperti kemarin. Ada juga di berbagai lokasi. Kurang lebih pihaknya sudah menyalurkan di 15 titik dusun yang kekeringan.

“Untuk Dusun Kedungdowo di RT 01 satu truk. Untuk volume air sekitar 3000liter, “ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan bantuan air bersih bisa menjadikan motivasi kepada lembaga dan warga NU untuk saling tolong menolong kepada warga yang membutuhkan.

‘Semoga kegiatan ini bisa mengajak sesama kaum muslim kususnya warga Nahdliyin untuk bisa saling tolong menolong melalui lembaga amal zaqat infaq dan sodakoh nahdlotul ulama LAZISNU Mwcnu sumberrejo, “harapnya.

“Terselenggaranya kegiatan ini Kerjasama NU beserta banom lewat program koin Lazisnu,” pungkas Ari menambahkan.

Nampak di lokasi warga Dusun Kedungdowo antusias menerima bantuan air bersih yang di salurkan MWC-NU Sumberrejo.

Seperti yang disampaiakan Ningsih salah seorang warga, ia sangat senang dengan adanya bantuan air bersih hari ini. Pasalnya, untuk konsumsi air sehari-hari biasanya dia harus menempuh jarak 2 kilo untuk mendapatkan air.

Ia menambahkan rata-rata warga dusun kedungdowo konsumsi air untuk kebutuhan ternak dan mandi mencapai 15 sampai 20 curigen.

Sementara Didik SAP selaku Ketua RT 01 menyampaikan beribu trima kasih kepada pihak MWC NU maupun yang mewakili. Semoga dengan adanya bantuan air brrsih dari MWC NU dapat meringanka  beban warga dusun Kedungdowo.

“Atas nama pribadi dan warga, kami ucapkan trima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami,” ucapnya.

Ia menyebut, bahwa warga dusun kedungdowo sangat berdampak sekali di musim kemarau tahun ini. Ia menuturkan hal itu bagian dari dampak badai El Nino yang melanda sebagian wilayah Indonesia dan belahan negara di dunia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan