Garut,Mmcnews.id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2025 menjadi momentum solidaritas nasional para buruh dari berbagai penjuru Tanah Air, tak terkecuali dari Kabupaten Garut.
Ribuan buruh Garut berangkat menuju Monumen Nasional (Monas) di Jakarta untuk ambil bagian dalam kegiatan akbar “May Day Fiesta 2025” yang dihelat secara nasional.
Keberangkatan para buruh berlangsung pada Kamis dini hari, tepatnya pukul 01.00 WIB. Ratusan kendaraan, terdiri dari 35 unit bus besar, diberangkatkan dari lima titik utama di wilayah Garut, yaitu Jl. Jenderal Sudirman Karangpawitan, PT. Changshin Leles, Rest Area Mang Duyeh Kadungora, PT. Ultimate Noubel Cibatu, dan PT. Pratama Abadi Bl. Limbangan.
Dua kekuatan besar gerakan buruh di Garut, yakni Federasi Serikat Buruh (FSB) Nikeuba dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Garut, menjadi motor utama dalam mobilisasi massa. Total sekitar 2.000 buruh diberangkatkan dalam aksi solidaritas ini.
Koordinator utama keberangkatan dari KSPSI, Andri Hidayatulloh, mengatakan bahwa proses pemberangkatan buruh dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi. “Kita sudah menyiapkan titik-titik pemberangkatan sejak jauh hari, dengan masing-masing titik memiliki koordinator lokal untuk memastikan kesiapan logistik dan kehadiran peserta,” jelasnya.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan para buruh, Polres Garut menyiapkan strategi pengamanan berlapis. Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., menyebutkan bahwa sebanyak 34 personel pengamanan tertutup (Pamtup) diterjunkan dan disebar di seluruh unit bus yang digunakan. Selain itu, tujuh personel pengawalan (Pamwal) juga dilibatkan, didukung oleh tiga unit kendaraan dinas kepolisian.
“Rombongan buruh dibagi ke dalam tiga kloter besar, masing-masing dikawal oleh kendaraan patroli Polres Garut sejak keluar dari wilayah hukum Garut hingga perbatasan. Kami juga berkoordinasi dengan jajaran Polda Jawa Barat serta kepolisian daerah lain untuk pengamanan lintas wilayah,” ujar Kapolres. Kamis,(01/05/2025).
Ia menegaskan bahwa pengamanan dilakukan tidak hanya sebagai bentuk pelayanan, tetapi juga upaya preventif untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan tidak disusupi oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi agenda buruh secara negatif. “Dengan pengawalan di setiap titik pemberangkatan serta koordinasi lintas sektor yang intensif, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa gangguan,” tegasnya.
May Day Fiesta di Monas bukan hanya menjadi simbol perlawanan dan tuntutan buruh atas hak-hak normatif mereka, tetapi juga momentum mempererat solidaritas antar serikat pekerja dari berbagai sektor industri. Bagi buruh Garut, keikutsertaan dalam agenda ini menjadi penting untuk menunjukkan eksistensi mereka dalam peta perjuangan buruh nasional.
“Kami ingin suara buruh Garut terdengar di tingkat nasional. Tuntutan kita tidak hanya soal upah, tapi juga kepastian kerja, perlindungan jaminan sosial, serta penolakan terhadap segala bentuk eksploitasi buruh,” tutur salah satu peserta aksi dari PT. Pratama Abadi.
Sementara itu, pemerintah daerah Kabupaten Garut melalui Dinas Tenaga Kerja memantau secara tidak langsung proses pemberangkatan. Pihaknya menyatakan bahwa keikutsertaan buruh dalam kegiatan May Day adalah hak konstitusional yang harus dilindungi selama berlangsung secara tertib dan damai.
Peringatan May Day tahun ini memang menjadi salah satu perayaan buruh terbesar pasca pandemi COVID-19, di mana energi perlawanan buruh yang sempat teredam kini kembali muncul dengan gelombang yang lebih terorganisir dan berjejaring secara nasional.
Kegiatan ini pun menunjukkan bahwa Kabupaten Garut memiliki basis gerakan buruh yang aktif, militan, namun tetap mengedepankan kedamaian dan kedisiplinan dalam menyampaikan aspirasi. (DK)















