Hero Akbar Nicolas Moses Mois.
Bogor|MMC, Jabar – Hero Akbar Nicolas Moses Mois mengajak para dedengkot yang tak lain inisiator berdirinya Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) kembali berkumpul dan menyuarakan untuk terus memperjuangkan marwah jurnalis sebagaimana yang dicita-citakan di awal pembentukan AIPBR.
Moses sapaan akrabnya menyampaikan, berdirinya organisasi AIPBR lahir dari kebersamaan para Jurnalis Bogor Raya untuk mengangkat dan memperjuangkan marwah jurnalis.
Lanjut dia, terlebih saat itu sedang terjadi “pelecehan” profesi jurnalis yang diucapkan pejabat Pemda Bogor yang menyematkan istilah “Bodrek” ke para wartawan yang berada di luar lingkarannya.
“Bila dahulu kebersamaan para Insan Pers Bogor Raya bersama-sama untuk memperjuangkan marwah jurnalis, kini para pelaku sejarah lahirnya AIPBR telah satu hati hendak kembali memperjuangkan marwah jurnalis dari godaan dan indikasi adanya dugaan mengaitkan wadah organisasi AIPBR ke arah politik praktis,” tutur Moses dalam keterangan tertulis, Minggu, (13/10/2024).
“AIPBR lahir dari semangat memperjuangkan marwah harkat dan martabat jurnalis. Dan kalau ada instrumen hendak merendahkan marwah PERS seperti mengaitkan AIPBR dengan praktik politik praktis, maka wajib kita sebagai pelaku sejarah dan perintis dari AIPBR untuk bersikap,” lanjutnya.
Eks Korlap dalam aksi unjuk rasa yang menjadi asal muasal lahirnya AIPBR itu menegaskan, kebersamaan semangat menjaga marwah pers dari para insan jurnalis menjadi bagian tidak terpisahkan dari terbentuknya AIPBR akan mengambil sikap dengan menggulirkan wacana mengembalikan AIPBR ke versi awal sesuai khittahnya.
“Dalam diskusi di WAG AIPBR yang berisi para pencetus AIPBR, Insyaallah dalam waktu dekat akan kita bentuk dan segera kita deklarasikan secepatnya dengan maksud tujuan menegaskan dan memastikan kembali keberlangsungan AIPBR yang murni sesuai ketentuan dan kode etik jurnalistik,” kata dia.
Hal senada juga diungkapkan Richard Purba yang juga salah satu perintis dan menyaksikan lahirnya AIPBR. Richard mengajak para jurnalis yang sudah berdarah-darah melahirkan AIPBR untuk ikut kembali membersihkan nama AIPBR dari indikasi kediktatoran kepemimpinan yang diduga telah mencoba melencengkan nilai-nilai semangat lahirnya AIPBR.















