Membacakan Amanat dari Kapolda Jatim, Pjs. Bupati Sidoarjo Muhammad Isa Anshori menyampaikan bahwa banyaknya populasi yang meningkat menyebabkan kemacetan dan terjadinya laka lalu lintas yang semakin tinggi. Inilah yang akan secara masif disosialisasikan dan di edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan tertib lalu lintas.
“Saat ini kita memasuki tahap krusial yaitu pada saat kampanye Pilkada serentak. Dimana para pengguna jalan yang melakukan kampanye hanya memikirkan euphorianya saja, tanpa memikirkan faktor keselamatan berkendara di jalan raya,” ujarnya.
Sementara, Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengatakan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan lalu lintas maka diterapkan Operasi Zebra Semeru 2024. Operasi Zebra dilaksanakan di lokasi lalu lintas yang sering terjadi laka lantas.
Seperti di wilayah Sidoarjo yang rawan adalah jalur Tarik, Balongbendo, Krian, Porong, Jabon dan kawasan Lingkar Timur Sidoarjo. Personel akan disiagakan guna patroli serta mengedukasi masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Bahkan inovasi Satlantas Polresta Sidoarjo berupa Patroli Rukyah bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat pun akan diturunkan, tujuannya berharap dapat mencegah terjadinya faktor laka lantas.
“Diharapkan Operasi Zebra ini bisa membentuk kesadaran masyarakat, hindari kegiatan yang bersifat kontraproduktif yang bisa mencoreng Citra Positif Institusi Polri, Berikan pelayan terbaik “Presisi” dalam tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. (Sis)















