Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, Kementerian PANRB, tim penilai independen, berkat peran serta, bimbingan, kritik saran dari pimpinan, anggota dan masyarakat. Sehingga Polresta Sidoarjo dapat terus berinovasi dan berprestasi.
Disampaikan Plt. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Abdul Hakim pada Gebyar Pelayanan Prima 2024 di Jakarta, bahwa melalui instrumen Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (PKRI) Kementerian PANRB, ada beberapa kategori penilaian terhadap penerima penghargaan yang disampaikan kepada unit penyelenggara pelayanan publik.
Antara lain, kategori Pembinaan pelayanan publik ramah kelompok rentan; Pemantauan keberlanjutan dan replikasi inovasi pelayanan publik (PKRI); serta Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP).
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan soft launching 22 MPP dan 139 MPP Digital serta integrasi layanan jaminan pensiun. Selanjutnya, ditetapkan 20 Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP).
Diselenggarakannya Gebyar Pelayanan Prima Tahun 2024, bertajuk “Wujudkan Ekosistem Pelayanan Publik Transformatif, Inovatif dan Inklusif” oleh Kementerian PANRB, bertujuan mengukur keberhasilan Reformasi Birokrasi Berdampak, pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik, inovasi pelayanan publik, pelayanan publik ramah kelompok rentan, serta pendampingan penyelenggaraan MPP, MPP Digital, dan Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP).
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas berharap Gebyar Pelayanan Prima 2024, dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar instansi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik. Serta ia menekankan kembali Pilar Layanan Publik yang Unggul.
“Melalui Gebyar Pelayanan Prima harapannya dapat mewujudkan reformasi birokrasi berdampak pada orientasi publik, SDM Unggul dan penuh inovasi didukung teknologi digital,” kata Azwar Anas. (Sis)















