RAGAP Siap Hijaukan Garut, Ketua LIBAS Tedi Sutardi dan Ganda Permana SH: Setelah Kami Hijaukan, Jangan Rusak Kembali Lingkungan Kami

  • Bagikan

Senada dengan itu, Ketua Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa, Tedi Sutardi, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan yang konsisten dalam menjaga Sub DAS Cimanuk, menambahkan bahwa gerakan ini tidak akan berarti jika masyarakat masih abai. Ia mengingatkan bahwa menghijaukan kembali lahan kritis hanyalah satu tahap dari proses panjang pemulihan ekosistem.

“Kami bisa tanam ribuan pohon, bisa tanam kembali hutan-hutan yang gundul, tapi kalau setelah itu tidak dijaga, maka semua akan sia-sia. Kami ingin gerakan ini menjadi kesadaran kolektif. Setelah kami hijaukan, jangan rusak kembali lingkungan kami. Dengan kolaborasi dan satu hati, mari kita lestarikan alam,” ujar Tedi. Kamis, (01/05/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan juga bagian dari edukasi lingkungan. RAGAP bersama Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa telah merancang program lanjutan berupa pelatihan kepada masyarakat sekitar hutan untuk menjaga pohon yang ditanam, mengenalkan pertanian ramah lingkungan, hingga pengawasan partisipatif terhadap wilayah konservasi.

Beberapa titik yang akan menjadi fokus penghijauan di antaranya adalah kawasan hulu Sungai Cimanuk, daerah penyangga lereng Gunung Cikuray, serta area yang selama ini menjadi langganan banjir dan longsor saat musim hujan. Ribuan bibit pohon keras seperti mahoni, puspa, dan damar telah disiapkan untuk ditanam dalam waktu dekat.

RAGAP juga telah menggandeng sejumlah sekolah, kelompok tani, serta organisasi pemuda dalam aksi ini. Melalui gerakan bertajuk “Satu Orang Satu Pohon”, mereka mendorong partisipasi generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan sejak dini.

Di akhir keterangannya, baik Ganda maupun Tedi berharap, apa yang mereka lakukan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Garut lainnya. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan gerakan penghijauan ini tidak bisa hanya ditopang oleh satu dua kelompok saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama.

“Kami hanya memulai. Tapi menjaga dan merawatnya, itu tugas kita bersama. Jika hari ini kita tanam, maka esok harus kita jaga. Untuk anak cucu kita, untuk Garut yang lebih hijau, lebih lestari,” tutup Tedi Sutardi. (DK)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan