Sementara itu, Pastor Paroki Senggo, Pater Antonius Yansel, Pr, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. “Rumah singgah ini biasa digunakan untuk pelayanan sosial dan tempat tinggal sementara umat yang datang dari kampung sekitar Senggo. Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak gereja bersama masyarakat akan bergotong royong membantu korban serta berkoordinasi dengan pihak paroki dan keuskupan untuk penanganan pascakebakaran.
Dari hasil pendataan awal, kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta, meliputi bangunan rumah, perlengkapan ibadah, dan barang pribadi korban.***















