Dikatakannya digandengnya Yayasan Perempuan Semangat Garuda merupakan salah satu kolaborasi menjalankan program MBG di Kabupaten Sidoarjo. Disampaikannya dapur SPPG Magersari dipersiapkan dengan ketentuan ketat. Sarana, prasarana, SDM, dan tata kelola menjadi syarat dapur SPPG dapat berdiri. Hal tersebut wajib dipatuhi agar tidak muncul permasalahan setelah makanan didistribusikan ke para siswa. Bahkan SDM penjamah makanan diharuskan memiliki sertifikat pelatihan khusus untuk memastikan keamanan pangan.
“Kami meminta seluruh pengelola dapur untuk memperhatikan aturan yang berlaku, perlengkapan dan alur kerja wajib dipatuhi agar tujuan pemberian gizi terbaik bagi anak-anak dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Perempuan Semangat Garuda, Rahmawati mengatakan dapur MBG yang dikelolanya akan melayani 4 ribu paket makanan setiap hari. Pengolahan makanan dilakukan oleh sekitar 20 juru masak. Seminggu mereka bekerja lima hari untuk mensajikan makanan dalam wadah stainless steel. Ia berharap program MBG di Kabupaten Sidoarjo mampu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Sidoarjo.
“Saya melihat sendiri, banyak anak-anak berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga melalui program MBG, anak-anak mendapat asupan bergizi langsung dari sekolah,”ucapnya. (Sis)















