FOTO ILUSTRASI
MMCNEWS.ID | Seorang oknum perangkat desa berinisial SO di Kecamatan Mojoagung, Jombang, diduga terlibat perselingkuhan dengan istri salah satu warganya. Dugaan tersebut mencuat setelah peristiwa yang terjadi pada Senin (15/12/2025) lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kamis (29/1/2026), peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak perempuan dari wanita yang diduga terlibat dalam hubungan terlarang tersebut.
Ia menuturkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ia tengah menemani adiknya yang masih kecil tidur di kamar tengah rumah mereka.
“Waktu itu suasana rumah sunyi. Kamar saya berdempetan, jadi kalau ada apa-apa pasti terdengar,” ujar dia saat memberikan keterangan.
Menurut pengakuannya, ia mendengar suara mencurigakan dari kamar ibunya, padahal adik laki-lakinya yang lain masih berada di luar rumah.
“Terus terdengar suara ‘kresek-kresek’. Saya jadi curiga karena adik laki-laki saya belum pulang,” katanya.
Tak lama kemudian, adik laki-lakinya pulang ke rumah. Ia pun memberitahu bahwa ada seseorang di dalam kamar sang ibu. Emosi, adiknya kemudian berusaha mendobrak pintu kamar tersebut, namun tidak berhasil.
“Ibu dari dalam kamar sempat bilang kalau dia sedang tidur. Tapi pintu tetap tidak dibuka,” ujarnya.
Karena panik, ia kemudian berteriak meminta pertolongan dengan berteriak “maling”. Tak lama berselang, SO tersebut keluar dari kamar dan langsung melarikan diri ke arah belakang rumah.
“Adik saya sempat mau memukul, tapi tidak kena karena orangnya langsung lari,” lanjutnya.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Jombang pada 17 Desember 2025. Hingga kini, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.
“Yang sudah dipanggil ke Polres baru saya dan bapak,” kata dia.
Sementara itu, suami dari perempuan yang diduga berselingkuh mengaku bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut telah lama mencurigai adanya hubungan terlarang antara istrinya dan SO.
“Kalau tidak salah sudah sekitar lima tahun. Ketahuan sudah empat kali, tapi yang ada bukti baru kali ini ,” ujarnya.
Ia mengaku merasa keluarganya dilecehkan atas peristiwa tersebut. Awalnya, ia sempat melaporkan kejadian ini ke kepala desa setempat. Namun, karena yang bersangkutan justru menantang untuk menempuh jalur hukum, ia akhirnya memutuskan melapor ke polisi.
“Saya lapor ke Pak Kades, tapi malah SO menantang lanjut proses hukum. Ya sudah, saya laporkan ke kepolisian,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
Red















