Vendor SPPG Kepatihan Jombang Janji Perbaiki Keterlambatan dan Pastikan Kualitas Makanan Terjaga

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Lilis Wijayati, perwakilan vendor penyedia makan program SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kepatihan, Jombang, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dewan Pendidikan yang meninjau langsung proses dapur SPPG, Rabu (3/9/2025) kemarin.

Dalam keterangannya, Lilis mengakui sempat terjadi kendala keterlambatan pengiriman makanan selama dua hari. Namun ia menegaskan, hal tersebut akan menjadi evaluasi pihaknya ke depan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan beliau-beliau semua ke dapur kami. Kalau ada kekurangan sedikit, itu akan jadi pembelajaran buat kami. Keterlambatan dua hari kemarin karena ini masih awal, tapi kami berjanji ke depan akan lebih tepat waktu,” kata Lilis usai menemui kunjungan dari Dewan Pendidikan.

Menanggapi adanya dugaan susu kadaluarsa yang ditemukan di lapangan, Lilis menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Terkait temuan susu yang katanya kadaluarsa, monggo silakan sidak langsung ke tempat kami. Kebetulan hari ini kami sedang proses packing. Jadi, info itu tidak benar,” tegasnya.

Ia juga membeberkan teknis pelaksanaan pengolahan makanan di dapur SPPG. Menurutnya, bahan makanan dikirim sore hari, lalu diproses secara bertahap sepanjang malam hingga subuh.

“Barang datang sekitar jam 4 sore, kita cuci jam 6, lalu direbus jam 9 malam. Setelah itu digoreng, dan jam 3 pagi kita masak sesuai kebutuhan menu hariannya,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya menangani distribusi sekitar 2.200 porsi makanan untuk beberapa sekolah, yaitu SMPN 1, SMPN 2, TK Amanah, dan TK ABA. Sementara SD belum terlayani karena keterbatasan kuota.

Menu yang disiapkan setiap hari wajib mengandung protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah. Sedangkan susu hanya diberikan seminggu sekali.

“Hari ini kebetulan memang jadwalnya ada susu. Kalau dari media mau ambil dokumentasi atau foto, kami persilakan,” tutup Lilis.

Program SPPG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, dengan harapan meningkatkan konsentrasi belajar dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan