KABUPATEN SUMEDANG | MMCNews.id – Pertanyaan mendasar menggema di hati masyarakat Cimalaka: Apa sebenarnya tugas seorang Kapolsek? Saat awak media menyampaikan informasi terang benderang soal penjarahan solar subsidi yang merajalela di wilayahnya, AKP Muhyidin, Kapolsek Cimalaka bukannya segera turun tangan, justru berkelit seolah tak tahu apa-apa dan membebankan semua bukti kepada pelapor!

🗣️ SAAT DIBERI INFO, DIA MALAH MEMINTAKAN SEMUA DATA KEPADA MEDIA!
Ketika awak media menyampaikan temuan lapangan mengenai dugaan pengurasan solar subsidi yang dilakukan sindikat yang didalangi Restu, Kapolsek Muhyidin tidak menunjukkan sikap siap bertindak. Sebaliknya, ia balik bertanya dengan nada seolah-olah informasi itu belum ada nilainya baginya:
“Restu warga mana itu? Ada barang bukti yang ditimbun tidak? Lokasi penimbunan dimana? Informasikan ya!”
Perkataan itu bagaikan tamparan keras bagi akal sehat! Seorang pimpinan satuan kepolisian yang wajib melakukan penyelidikan sejak dini, malah meminta media menyerahkan semua bukti lengkap seolah-olah tugas mencari tahu bukanlah kewajibannya!
🤷♂️ SEOLAH LUPA TUGASNYA: DARI MENGUMPULKAN BUKTI MALAH JADI MENUNGGU BUKTI!
Fakta lapangan sudah terang: Truk-truk pengangkut sering bolak-balik menguras solar di hampir seluruh SPBU di Cimalaka dan sekitarnya, diduga disuapi operator, dan dikawal kendaraan milik sang residivis. Logikanya? Muhyidin selaku penguasa wilayah seharusnya langsung memerintahkan pengecekan rekaman CCTV di setiap SPBU, memeriksa data transaksi, dan mulai menelusuri jejak keberadaan kendaraan tersebut.
Tapi apa yang terjadi? Ia terlihat enggan bekerja secara profesional, seolah-olah menutup mata sampai ada yang membawakan barang bukti langsung ke pangkuannya! Apakah ia menunggu sampai negara makin rugi dan rakyat makin sulit mendapat solar, baru mau bergerak?
📢 RAKYAT TANYA: APA YANG SEBENARNYA TERJADI DI CIMALAKA?
Sikap ini memunculkan jutaan tanda tanya yang mengkhawatirkan: Apakah ketidaktahuan itu sungguhan, atau sekadar alasan agar tidak perlu mengusik pihak tertentu yang sudah lama beroperasi? Apakah Kapolsek Cimalaka ini bekerja untuk menegakkan hukum, atau hanya menunggu bukti yang sudah siap saji?
Warga Sumedang tidak bisa lagi dibohongi. Mereka menuntut penjelasan tegas dari Polres Sumedang: Mengapa informasi awal yang valid tidak langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan? Apakah hukum hanya berlaku bagi rakyat kecil, sementara mafia solar bisa tenang bersembunyi di balik sikap diam aparat?















