Beberapa Kasus Kriminal di Sampang Dinilai Terbengkalai, Pembina PWI Sampang Meminta Polda Jatim Lakukan Supervisi

  • Bagikan

Ket Foto; Kapolres samang AKBP Hartono

Sampang || MMCMadura, Pembina Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang Fathor Rahman, S.Sos Meminta Kepala Kepolisian Daerah (POlDA) Jawa Timur untuk melakukan Supervisi terhadap kapolres Sampang.

Fathur Rahman menilai hal itu perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja polres Sampang dalam mengungkap kasus yang menurutnya banyak yang belum terungkap.

Selain itu mamang mendesak Kapolres Sampang, AKBP Hartono, Bertindak transparan dan segera menuntaskan tunggakan perkara yang selama ini masih belum ada kejelasan.

“Kami berharap Kapolres Sampang benar-benar menegakkan supremasi hukum. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau ketidakmampuan dalam menangani kasus-kasus yang sudah lama mengendap,” ujar Fathor Rahman, Kamis (08/01/2026).

Dikatakan Pria yang biasa disapa mamang itu, Terdapat sedikitnya sembilan kasus besar yang hingga awal Januari 2026 belum menemui titik terang. Kasus-kasus tersebut meliputi:

Kasus Kemanusiaan yang Belum Terungkap

​Pembunuhan Dusun Tajung, pada tanggal 23 Januari, tahun 2021 silam, yaitu Kasus kematian seorang perempuan di Desa Bundah, Sreseh, yang telah mengendap selama hampir lima tahun.

Pembunuhan Guru MTs, pada tanggal 16 November tahun 2022, yaitu Korban berinisial H ditemukan tewas di kontrakan Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, namun pelakunya belum teridentifikasi.

Kasus di Desa Samaran Kecamatan Tambelangan, yaitu Pembunuhan pria asal Surabaya yang diduga melibatkan lebih dari dua pelaku namun belum tuntas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan