MMCNEWS.ID | Pemerintah Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur desa.
Salah satunya melalui proyek pembangunan jalan lingkungan (Lapen) yang dikerjakan dengan skema padat karya, menyerap tenaga kerja dari warga lokal.
Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 menjadi penopang utama dalam proyek ini, dengan rincian anggaran sebesar Rp, 60.177.000 untuk Dusun Tejo Utara, RT, 02 RW, 01, dan Rp, 77.242.000 untuk Dusun Pekalongan, RT, 01 RW, 05.
Kepala Desa Tejo, Ponedi, menyampaikan bahwa program ini lahir dari hasil musyawarah warga dua dusun, yakni Tejo Utara dan Pekalongan.
Dalam forum tersebut, disepakati bahwa pelaksanaan proyek mengutamakan gotong royong warga melalui sistem padat karya.

“Program ini punya dua tujuan, yakni. Membangun infrastruktur yang layak sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga kami,” ujar Kades Ponedi saat ditemui wartawan mmcnews.id, pada Sabtu (12/7/2025) sore.
Lebih jauh, Ponedi menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat secara langsung dalam pengerjaan proyek, bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, namun. Untuk mengurangi pengangguran, dan juga sebagai bentuk pemberdayaan warga desa.
“Keterlibatan warga dalam proyek pemeliharaan jalan lingkungan (Lapen) ini memberikan dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap atau sedang membutuhkan penghasilan tambahan,” tambahnya.
Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek. Harapannya, hasil pembangunan bisa benar-benar mencerminkan kebutuhan riil warga.
“Setiap pembangunan harus sesuai kondisi dan harapan warga. Partisipasi aktif masyarakat jadi fondasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup di Desa Tejo,” tegas Kades Ponedi.
Harapannya, semoga dengan dibangunnya jalan lingkungan lapen ini bisa dirasakan oleh masyarakat, dan tidak ada lagi yang mengeluh terkait jalan yang rusak, sekaligus membantu melancarkan perekonomian di Desa Tejo”, pungkasnya Kades Ponedi
Di tempat terpisah, Ketua TPK Desa Tejo, H Sudarmawan, menyebutkan proyek jalan lapen ini digarap di dua wilayah. Untuk Dusun Tejo Utara, panjang jalan mencapai 176 meter dengan lebar 3 meter. Sementara di Dusun Pekalongan panjangnya 230 meter dengan lebar yang sama.
“Pekerjaan dimulai sejak tanggal 6 Juli lalu dan insyaAllah selesai hari ini, atau paling lambat besok. Semua tenaga kerja adalah warga Desa Tejo sendiri,” jelasnya H Sudarmawan.
Dengan proyek ini, Pemerintah Desa Tejo berharap pembangunan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui partisipasi aktif warganya.
Reporter: Adi















