Detik-detik Siswi SMPN 1 Kabuh Jombang Merasakan Perut Sakit dan Mual, Usai Makan Menu MBG

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, berubah menjadi situasi darurat medis. Sebanyak 70 siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas Kabuh setelah mengalami gejala mual, pusing, hingga diare masif usai menyantap hidangan yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026).

Salah satu korban, Azura, siswi kelas IX, menceritakan detik-detik saat ia mulai merasakan keluhan kesehatan setibanya di rumah selepas sekolah.

“Perut itu rasanya sakit, tapi begah juga, enggak enak. Terus agak pusing, pusingnya itu pusing yang sakit gitu. Sama mual,” ungkap Azura saat ditemui di Puskesmas Kabuh, Kamis (3/9/2026).

Azura menyebutkan bahwa menu MBG hari itu terdiri dari nasi dengan lauk udang, tahu, dan sayur sawi putih. Kecurigaan langsung mengarah pada lauk udang yang dinilainya memiliki kejanggalan sejak pertama kali dibuka. “Baunya enggak enak banget udangnya,” keluh Azura.

Dampak dari menu tersebut ternyata tidak dirasakan oleh Azura seorang diri. Setidaknya ada enam siswa di dalam kelasnya yang mengalami keluhan serupa, mulai dari perut mules hingga diare parah.

Hingga Kamis (3/9/2026) pukul 11.30 WIB, tercatat ada 70 orang pelajar SMPN 1 Kabuh yang telah mendapatkan pemeriksaan intensif di Puskesmas Kabuh.

Sebagian besar korban telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing setelah membaik, sementara lima siswa lainnya masih harus menjalani rawat inap untuk observasi lanjutan.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, menjelaskan bahwa keluhan yang dialami para siswa rata-rata seragam, didominasi oleh gejala diare, perut melilit, serta nyeri lambung yang sangat sakit.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, kondisi ini memang mengarah pada indikasi keracunan,” jelas dr. Aditya.

Dari hasil penelusuran tim medis yang menggali keterangan langsung dari para siswa, mayoritas anak-anak mengeluhkan rasa dan aroma makanan yang sudah tidak layak konsumsi, dengan fokus utama mengarah pada menu udang.

“Untuk sementara, dugaan kuat kemungkinan mengarah pada udang,” pungkasnya.

Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab pasti dari insiden ini masih belum dapat dipastikan secara final dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta investigasi lanjutan.

Reporter: Adi

  • Bagikan