“Jabatan adalah kepercayaan yang harus dijaga dengan integritas dan keberpihakan pada masyarakat,” ujar Ferdinandus. Ia menegaskan komitmennya terhadap birokrasi yang solutif dan berpihak pada rakyat.
Proses seleksi ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, yang menekankan pentingnya pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) dalam struktur pemerintahan.
Panitia seleksi mengingatkan seluruh peserta untuk hadir tepat waktu dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Hasil akhir akan menentukan pejabat definitif Sekda yang akan memimpin roda birokrasi Papua Selatan. ***















