Hadir di Nagekeo, KLHK dan DPR siapkan Solusi Konkret Penanggulangan Sampah

  • Bagikan

“Kolaborasi kami dengan Kementerian Lingkungan Hidup menghasilkan kesepakatan bahwa NTT termasuk wilayah beresiko terhadap pencemaran sampah. Nagekeo akan mendapat bantuan mesin pencacah sampah agar volume sampah ke TPA bisa dikurangi,” kata Dipo Nusantara.
Dipo juga mengusulkan pengadaan kendaraan roda tiga pengangkut sampah untuk memudahkan pengumpulan dari berbagai komunitas, pasar, dan pemukiman.
“Kesadaran lingkungan harus dimulai dari rumah tangga, sekolah, hingga komunitas. Sampah bukan hanya urusan kebersihan, tapi juga berdampak pada kesehatan dan ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo, Oktavianus Beli Wawo, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR RI dan KLHK terhadap pengelolaan sampah di daerah.

“Kami berterima kasih kepada Pak Dipo yang telah menjembatani aspirasi antara kami daerah dan pusat. Isu sampah adalah isu global, dan bagi Nagekeo sebagai kabupaten baru, ini menjadi tantangan besar,” ujar Oktavianus.

Sosialisasi dimaksud juga membahas penanganan limbah bahan berbahaya dari rumah sakit dan bengkel seperti oli bekas, baterai aki, dan limbah medis dari RSUD Aeramo.
Saat ini, limbah-limbah sebagaimana disebut hanya ditampung sementara sebelum dikirim ke pulau Jawa untuk diolah.

Ke depannya Pemerintah daerah Nagekeo berharap untuk memiliki fasilitas pengolahan limbah B3 sendiri, sehingga dapat menekan biaya transportasi sekaligus membuka peluang untuk menjadi pusat pengelolaan limbah regional di daratan Flores.

Editor: Kis WR
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan