Jombang “Berdandan” Trotoar Kembali ke Pejalan Kaki, Parkir Liar Disisir Habis Dishub

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Wajah pusat kota Jombang kini tengah berdandan. Bukan sekadar polesan kosmetik, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan aksi nyata untuk mengembalikan kenyamanan ruang publik pada Kamis (29/1/2026) pagi.

tim gabungan berseragam lengkap menyisir “jalur emas” Jombang dalam sebuah operasi besar-besaran di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).

Menyisir tiga urat nadi kota sejak pukul 09.00 WIB, suasana di sepanjang Jalan Gus Dur, Jalan A. Yani, hingga Jalan KH. Wahid Hasyim tampak berbeda. Petugas tak sekadar lewat, mereka memastikan tidak ada lagi kendaraan yang “makan jalan” atau trotoar yang beralih fungsi menjadi lapak dagangan.

Operasi ini bukan kerja sendirian. Dishub menggandeng kekuatan penuh dari, Dinas Kominfo (Sosialisasi publik), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Penataan pedagang), Satpol PP (Penegakan perda).

Bukan sekadar razia, tapi edukasi hati ke hati, meski bertajuk operasi, pendekatan yang dilakukan justru jauh dari kesan kaku. Bambang Tedjo, perwakilan dari Dishub Jombang, menekankan bahwa pihaknya lebih mengedepankan dialog ketimbang sanksi keras.

“Kami hadir untuk mengajak warga kembali ke esensi ruang publik yang baik. Parkir yang tertib adalah kontribusi nyata warga bagi keamanan bersama,” ujar Bambang di sela-sela penertiban.

Petugas tampak telaten mengajak para pemilik toko dan PKL berdiskusi. Tujuannya satu: jangan sampai hak pejalan kaki terampas oleh kendaraan yang parkir sembarangan atau lapak yang meluber ke bahu jalan.

Selain urusan parkir, pendataan PKL menjadi poin krusial dalam operasi ini. Pemkab ingin memastikan ekonomi kerakyatan tetap berjalan tanpa harus mengorbankan estetika kota.

Langkah antisipatif ini diambil agar, arus Lalu Lintas Lancar, Tidak ada penyempitan ruas jalan yang memicu macet.

Kota Tetap Cantik, Estetika Jombang sebagai kota santri tetap asri dan rapi, Mengembalikan fungsi trotoar murni untuk pejalan kaki.

Menutup aksinya, Bambang Tedjo menitipkan pesan kuat bagi seluruh warga Jombang. Menurutnya, ketertiban sejati tidak lahir dari rasa takut pada petugas, melainkan dari rasa cinta terhadap kota.

“Ketertiban bukan soal takut pada petugas, tapi soal kesadaran dan rasa cinta kita pada Jombang agar tetap menjadi rumah yang nyaman bagi siapa saja,” pungkasnya dengan nada optimis.

Reporter: Adi

  • Bagikan