Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) dan konsultan pengawas mendatangi sekolah SDN Karang Gayam itu namun besi di dalam tiang cor itu sudah ditutup dengan pasangan dn diplaster. Namun lagi lagi mengejutkan publik. Ali Yusri Purwanto yang mengaku PPKOM sendiri didepan beberapa wartawan menceritakan dengan anggaran lima ratus juta lebih tidak mencukupi dan membenarkan pihak kontraktor untuk tidak menggantinya karena tidak ada di Rencana anggaran biaya.
Padahal salah satu tugas PPKOM yaitu mengevaluasi Menilai kinerja penyedia barang/jasa bukan malah membiarkan besi keropos tetap dilanjutkan pembangunannya.
Yusri sendiri diam tak merespon saat dikonfirmasi pada senin (10/11/25) tentang pernyataan konsultan pengawas yang mana kalau ada besi cor lama yang keropos secara tekhnik sipil harus diganti.
Menanggapi hal itu Mestari meminta bupati bangkalan tidak tidur melihat permasalahan itu demi keamanan dan kenyamanan siswa,siswi serta guru nantinya dalam proses belajar mengajar.
” Ya kalau seperti itu pembangunan di SDN karanggayam 1 ibaratkan bencong. Laki laki di dandani menjadi perempuan. Didalam keropos kelihatan bagus. Jadi saya minta bupati bangkalan jangan tidur. Tanggapi serius masalah ini demi keamanan dan kenyamanan jangka panjang.” Kata Mestari singkat penuh harap.
Bersambung…















