Bogor | mmcnews.id ,– Kepiawaian Polres Kabupaten Bogor menjadi perhatian khalayak ramai setelah penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap sembilan wartawan dinilai lambat dan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Minggu (22/02/2026).
Meski Laporan Polisi (LP) telah dibuat dan para korban telah dimintai keterangan, hingga kini belum ada kejelasan terkait penetapan tersangka maupun tahapan proses hukum selanjutnya.
Bahkan jelas bukti berupa visual suara dan gambar serta video di kantongi para korban dan sudah diserahkan kepada pihak kepolisian, namun Miris penanganan terkesan lambat.

Awak media beberapa kali mendatangi Polres Kabupaten Bogor untuk menanyakan perkembangan Laporan atau LP Uda sampai proses mana.
Namun jawaban dari Polres selalu “Sudah kami lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan,tapi belum pada datang”.
Kronologi Kejadian…
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari para korban, peristiwa bermula saat 9 wartawan bersama mendatangi lokasi yang digadang-gadang diduga sebagai tempat beberapa kegiatan Ilegal di kediaman Kepala Desa Sadeng.
Kedatangan para awak media sebagai sosial control bertujuan untuk melakukan Konfirmasi dan Klarifikasi atas dugaan adanya kegiatan melanggar hukum.
Di lokasi, para awak media mengaku mendapati dugaan kegiatan pesta narkoba, pengemasan oli palsu, serta keberadaan mesin penggilingan emas ilegal.
Diduga kegiatan tersebut melanggar sejumlah ketentuan hukum, baik terkait penyalahgunaan narkotika, pelanggaran hak merek dan perlindungan konsumen, maupun praktik pertambangan tanpa izin atau bisa disebut Ilegal.
Saat proses konfirmasi berlangsung, situasi tiba-tiba memanas dan terjadi penganiayaan terhadap 9 wartawan menjadi korban.
Para korban menyatakan adanya provokasi yang diduga dilakukan oleh istri Kepala Desa setempat, sehingga memicu kerumunan warga dan memancing warga untuk melakukan tindakan anarkis.
Kericuhan pun tak terhindarkan dan berujung pada dugaan tindakan penganiayaan terhadap sembilan wartawan yang berada di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, para korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian dan telah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor sekaligus korban.
Pertanyaan Publik atas Penanganan Kasus…
Meski laporan telah diterima, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi resmi mengenai perkembangan signifikan dari penyidikan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan korban dan masyarakat mengenai keseriusan Aparat Penegak Hukum dalam menangani perkara tersebut.
Sejumlah pihak menilai, lambannya proses hukum dapat mencederai rasa Keadilan dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap Institusi Penegak Hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Korban berharap agar Kapolres Bogor segera memberikan penjelasan terbuka terkait perkembangan kasus.
Selain itu, mereka juga meminta perhatian dan supervisi dari Polda Jawa Barat hingga Mabes Polri guna memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan tanpa intervensi.
Harapan Penegakan Hukum yang Adil…
Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjunjung tinggi prinsip kesetaraan di hadapan hukum (Equality Before The Law), tanpa memandang jabatan maupun status sosial pihak yang diduga terlibat.
Para korban menyatakan akan terus menunggu kepastian hukum dan berharap perkara ini dapat segera dituntaskan secara objektif demi menjaga marwah institusi Kepolisian serta kepercayaan masyarakat terhadap Penegakan Hukum di Indonesia.
Hingga berita ini dilansir, pihak Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan kasus tersebut.( Zig team)















