Bandar Lampung | MMC — Ketua DPRD Provinsi Lampung yang diwakili Wahrul Fauzi Silalahi menyampaikan apresiasi atas kinerja dan perjuangan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Apresiasi tersebut disampaikan Wahrul Fauzi Silalahi saat memberikan sambutan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Tahun Buku 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Santika, Kamis (12/2/2026).
Menjadi perhatian peserta RAT, sambutan Wahrul disampaikan diselingi Bahasa Lampung, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang menetapkan hari Kamis sebagai “Kamis Berdadat”, yakni penggunaan Bahasa Lampung dalam kegiatan resmi pemerintahan dan kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Wahrul menegaskan bahwa dirinya memahami secara mendalam perjalanan panjang dan dinamika perjuangan Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang sejak tahun 2017. Ia menyebut kepengurusan koperasi saat ini bukanlah hasil yang datang begitu saja, melainkan melalui proses panjang, penuh tantangan, dan perjuangan berat untuk membenahi berbagai persoalan masa lalu.
“Jabatan pengurus hari ini bukan turun dari langit. Ini adalah hasil perjuangan panjang dan kerja keras untuk menyelamatkan koperasi dari persoalan-persoalan lama serta mengembalikan marwah koperasi sebagai alat perjuangan kesejahteraan anggota,” ujar Wahrul.
Ia secara khusus mengapresiasi kepemimpinan Ketua Koperasi Agus Sujatma Surnada bersama jajaran pengurus yang dinilai berhasil mengurai persoalan-persoalan krusial masa lalu, seperti jaminan sosial ketenagakerjaan dan perumahan anggota. Dengan demikian, koperasi kini dapat fokus menjalankan program-program positif dan berkelanjutan.
Menurut Wahrul, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa koperasi yang dikelola secara profesional, transparan, dan berlandaskan semangat kebersamaan mampu menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kuat.
RAT Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang juga dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, yang menegaskan bahwa tenaga kerja bongkar muat masih memiliki peran strategis di pelabuhan-pelabuhan Indonesia dan tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh mesin atau robot.
“TKBM tetap dibutuhkan. Karena itu, peningkatan profesionalisme dan kompetensi menjadi kunci agar pekerja bongkar muat mampu beradaptasi dengan modernisasi pelabuhan,” tegas Afriansyah Noor.
Sementara itu, Agus Sujatma Surnada menjelaskan bahwa jumlah anggota koperasi saat ini mencapai 1.071 orang. Berbagai program kesejahteraan telah dijalankan, di antaranya pembangunan 1.000 unit rumah bagi anggota melalui skema KPR dan cash tempo, dengan realisasi sebanyak 774 unit rumah.
RAT Tahun Buku 2025 yang mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Kompetensi TKBM demi Koperasi yang Mandiri dan Berdaya Saing” tersebut dihadiri oleh 40 koordinator KRK serta perwakilan anggota. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan pengurus Tahun Buku 2025 diterima dan disahkan oleh seluruh peserta RAT.
Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan SDM Lukman Pura, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi RI Hendra Saragih, Anggota DPD RI Bustami Zainuddin, Ketua DEKOPINWIL Lampung Hi. Hipni, SE, serta Ketua DEKOPINDA Kota Bandar Lampung. Hadir pula perwakilan KSOP Pelabuhan Panjang, Pelindo, anggota DPRD Provinsi Lampung, jajaran kepala OPD terkait, Ketua DPW APBMI Lampung, Ketua HIPMI Lampung, Ketua KADIN, serta Direktur Duta Hidup Lestari selaku pengembang perumahan buruh TKBM Pelabuhan Panjang.
Wahrul Fauzi Silalahi berharap Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang terus menjaga semangat perjuangan, profesionalisme, serta kearifan lokal Lampung, sehingga koperasi semakin kuat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan pekerja pelabuhan di Provinsi Lampung.(jl/red)















