MMCNEWS.ID | Alun-Alun Kabupaten Jombang berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu malam (24/10/2026). Ribuan warga tumpah ruah menikmati malam puncak Jombang Fest 2026 yang ditutup dengan penampilan spektakuler D’MASIV.
Band papan atas Indonesia ini sukses mengguncang Kota Santri lewat deretan lagu hits yang membuat penonton bernyanyi bersama, menciptakan suasana meriah sekaligus penuh kenangan.
Malam puncak perayaan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut menjadi salah satu magnet utama rangkaian Jombang Fest 2026.
Mengusung tema “Jombang Berbudaya, Bersama Berkarya, Jombang Berdaya”, gelaran ini bukan sekadar hiburan musik, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam merayakan perjalanan serta perkembangan Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Salmanudin, S.Ag., M.Pd., beserta istri, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, dan masyarakat turut hadir menyaksikan kemeriahan acara.
Suasana semakin semarak dengan pemutaran video ucapan selamat Hari Jadi ke-116 dari para kepala daerah se-Jawa Timur dan sejumlah tokoh masyarakat.
Begitu D’MASIV naik ke atas panggung, gemuruh sorak penonton langsung membahana. Tanpa menunggu lama, band yang dikenal lewat lagu-lagu pop romantis tersebut membuka penampilan dengan Rindu Setengah Mati.

Suasana semakin panas ketika lagu Natural, Semakin, Pergilah Kasih, Sudahi Perih Ini, Jangan Menyerah, Cinta Ini Membunuhku, hingga Diam Tanpa Kata mulai dimainkan. Ribuan penonton larut dalam alunan musik, mengangkat tangan, dan ikut melantunkan lirik lagu bersama para personel D’MASIV.
Di titik ini, Jombang Fest 2026 benar-benar menjadi panggung hiburan rakyat. Bukan cuma menikmati konser, penonton seolah diajak bernostalgia melalui lagu-lagu yang telah menemani perjalanan mereka selama bertahun-tahun.
Tak berhenti pada lagu-lagu hits berbahasa Indonesia, D’MASIV juga menghadirkan dua lagu berbahasa Inggris, yakni On Our Own dan Side by Side (Till We’re Old). Kedua lagu tersebut menjadi bagian dari proyek album internasional mereka untuk menjangkau pendengar musik di pasar global.
Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari penonton yang memadati Alun-Alun Jombang hingga rangkaian konser mendekati penutupan.
Ada cerita menarik di balik penampilan D’MASIV malam itu. Dalam wawancara bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang sebelum naik panggung, para personel mengungkapkan kebahagiaan mereka bisa kembali menyapa penggemar di Kota Santri setelah terakhir kali tampil di Jombang sekitar 2013.
Artinya, setelah lebih dari satu dekade, D’MASIV kembali hadir untuk menghibur masyarakat Jombang. Bagi mereka, kunjungan kali ini bukan sekadar agenda manggung, melainkan juga kesempatan melihat perubahan daerah yang pernah mereka kunjungi.
Para personel mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Jombang yang dinilai semakin baik. Bahkan, suasana kota disebut menghadirkan sensasi seperti pulang kampung karena salah satu personel D’MASIV berasal dari Nganjuk, daerah yang masih berada di Jawa Timur.
Urusan kuliner pun tak luput dari perhatian. Mereka mengaku telah mencicipi Rawon Rosobo dan mendapat rekomendasi untuk mencoba Lodeh Kikil, salah satu kuliner yang mereka nantikan.
“Datang ke Jombang kita sudah pernah, tapi sudah cukup lama. Tadi kita langsung mencicipi kuliner Rawon Rosobo, dan ada rekomendasi untuk mencicipi Lodeh Kikil. Kita siap menunggu kiriman,” ujar personel D’MASIV dengan nada bercanda.
Mereka juga menilai suasana Jombang telah banyak berubah dibandingkan kunjungan sebelumnya, terutama dari sisi pembangunan dan perkembangan kota.
“Serasa pulang kampung kalau ke Jombang, karena salah satu personel D’MASIV ada yang berasal dari Nganjuk,” ungkap mereka.
Di balik gemerlap panggung dan riuhnya ribuan penonton, D’MASIV turut menyampaikan pesan khusus bagi masyarakat Jombang, terutama generasi muda yang ingin berkarya di bidang musik dan industri kreatif.
Mereka berharap Jombang terus berkembang menjadi daerah yang maju, aman, dan sejahtera. Lebih dari itu, mereka juga ingin melihat lahirnya musisi-musisi muda asal Jombang yang mampu menembus industri musik nasional.
“Semoga masyarakat Jombang semakin sejahtera, maju, aman, dan bahagia. Semoga next lahir anak-anak muda kreatif serta musisi keren dari Jombang yang bisa menembus industri musik nasional,” ungkap D’MASIV.
Mereka juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang, seraya memberikan semangat melalui slogan, “Jombang Mantap, Maju, dan Joss Jiss!”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa panggung hiburan seperti Jombang Fest tidak hanya menjadi tempat menikmati musik, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi anak muda untuk berani bermimpi, berkarya, dan menunjukkan potensi daerahnya.
Sebelum D’MASIV tampil sebagai bintang utama, panggung Jombang Fest 2026 lebih dahulu dihangatkan oleh penampilan sejumlah band lokal, yakni B’DAMBAND, 24 JAM BAND, SAMAYA BAND, dan YS BAND.
Kehadiran musisi lokal menjadi warna tersendiri dalam perayaan tersebut. Mereka mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di hadapan masyarakat sekaligus ikut meramaikan panggung hiburan dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Jombang.
Rangkaian acara malam puncak kemudian resmi ditutup sekitar pukul 22.00 WIB. Selama penyelenggaraan Jombang Fest 2026 yang berlangsung sejak 2 hingga 24 Oktober, beragam kegiatan digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang.
Bupati Jombang Warsubi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut, mulai dari Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), panitia, hingga masyarakat.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi seluruh elemen menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Jombang Fest 2026 agar berlangsung aman, lancar, kondusif, dan sukses.
“Semoga apa yang menjadi harapan kita bersama, seluruh rangkaian acara Jombang Fest membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk mewujudkan Jombang yang semakin maju dan sejahtera untuk semua,” tandas Warsubi.
Malam puncak Jombang Fest 2026 pun menjadi penutup rangkaian perayaan yang penuh warna. Dari panggung musik, karya anak muda, hingga kebersamaan masyarakat, perayaan ini membawa pesan bahwa Jombang bukan hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga terus membuka ruang bagi kreativitas, kebudayaan, dan kemajuan daerah.
Jombang Fest 2026 boleh berakhir, tetapi semangat untuk terus berkarya dan membawa Kota Santri semakin berdaya diharapkan terus menyala.
Reporter: Adi














