Pasien Tertua: Dewasa berusia 35 tahun. Ini membuktikan bahwa harapan untuk tersenyum sempurna tidak pernah mengenal batas usia.
Operasi ini tidak main-main. Tim medis dipimpin langsung oleh pakar bedah plastik kenamaan, dr. Yantoko, Sp. BP-RE, bersama tim spesialis dari Smile Train. Mereka bersinergi dengan dokter anestesi dan perawat ahli RSUD Ploso untuk memastikan setiap prosedur berjalan aman dan presisi.
“Kami ingin semangat ‘14 Tahun RSUD Ploso’ benar-benar diwujudkan dalam pelayanan nyata. Bukan sekadar seremoni simbolis, tapi manfaat yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar dr. Muhammad Vidya Buana, MH, Direktur RSUD Ploso, dengan nada optimis.
Bagi dr. Vidya, operasi ini adalah investasi masa depan. Bibir sumbing bukan hanya soal estetika, tapi juga menghambat fungsi bicara dan makan. Dengan tindakan medis yang tepat, para pasien—terutama anak-anak—kini memiliki kesempatan untuk tumbuh tanpa bayang-bayang ejekan atau rendah diri.
Kegiatan ini menjadi penutup manis dari rangkaian HUT ke-14 RSUD Ploso. Rumah sakit di wilayah utara Brantas ini kian memantapkan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara fasilitas, tetapi juga memiliki “hati” yang inklusif dan humanis.
Reporter: Adi















