MMCNEWS.ID | Aula Gedung Kesenian Kabupaten Jombang menjadi saksi bisu peringatan hari jadi ke-4 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Nasional Hebat (GeNaH), Sabtu (17/01/2026).
Mengusung tema “Bersatu Kobarkan Semangat Perjuangan”, perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung pembuktian integritas sebuah organisasi rakyat.
Di hadapan perwakilan Pemkab, TNI, Polri, dan aktivis lintas daerah, Ketua LSM GeNaH, Hendro Suprasetyo, memaparkan “Catatan Akhir Tahun 2025” yang memukau. Satu prestasi yang mencuri perhatian adalah posisi GeNaH sebagai satu-satunya ormas di Jombang yang terakreditasi sebagai pemantau resmi Pemilu dan Pilkada 2024.
“Ini bukan sekadar simbol di atas kertas. Ini adalah tanggung jawab moral kami untuk memastikan suara rakyat tidak dicurangi dan kualitas demokrasi kita tetap terjaga,” tegas Hendro dengan nada berwibawa.
Sepak terjang GeNaH selama setahun terakhir dikenal cukup “berani”. Mereka tercatat sebagai motor penggerak dalam beberapa isu sensitif di Jombang, antara lain.
Sengketa Informasi: Menyeret kebuntuan birokrasi ke Komisi Informasi Publik (KIP) demi lahirnya PPID di tingkat desa.
Keadilan Anggaran: Mengawal ketat isu tunjangan perumahan DPRD Jombang.
Bela Rakyat Kecil: Berjuang menurunkan beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Aliansi Rakyat Jombang.
Posko Pengaduan: Mendirikan “rumah pengaduan” di Kebon Rojo sebagai telinga bagi warga yang terabaikan.
Meski dikenal garang dalam mengkritik kebijakan, GeNaH menunjukkan sisi lembutnya. Suasana haru menyelimuti ruangan saat puluhan anak yatim naik ke panggung untuk menerima santunan.
“Perjuangan sosial tidak akan lengkap tanpa empati. Bagi kami, anak-anak yatim adalah amanah. Perjuangan GeNaH bukan hanya soal angka dan data, tapi soal menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi sesama,” ujar Hendro dengan penuh kehangatan.
Apresiasi: “Kritik Berbasis Data”Dukungan mengalir dari berbagai lini. Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, mengakui GeNaH sebagai mitra strategis yang aktif. Sementara itu, Budi dari Kesbangpol Jombang berharap GeNaH terus menjadi “mitra kritis yang konstruktif” bagi pemerintah.
Pesan mendalam juga datang dari aktivis senior, Hadi. Ia memberikan testimoni tajam mengenai nama GeNaH yang dalam bahasa Jawa berarti ‘jelas’ atau ‘benar’.
“Saya melihat GeNaH sudah cukup ‘genah’ dalam gerakannya. Empat tahun ini adalah momentum untuk tetap membumi. Jadilah pemberi solusi, bukan sekadar pencari kesalahan,” pesan Hadi.
Memasuki tahun 2026, GeNaH berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap transparansi anggaran dan pelayanan publik. Bagi mereka, usia empat tahun barulah sebuah permulaan.
Selama ketidakadilan masih bersembunyi di balik meja birokrasi, GeNaH berjanji akan terus mengobarkan semangat perjuangan demi Jombang yang lebih adil dan transparan.
Reporter: Adi















