Ket foto; Istimewa
Sampang || MMCMadura, proyek Rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya SMPN 3 Sampang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 dengan pagu anggaran Rp. 648.250.200.00 dinilai bermasalah.
Terlihat dilokasi, tiga ruang dari empat yang direhab sudah hampir selesai terlihat hanya diganti genting saja.
Diungkapkan Djatmiko anggota ormas Garuda 08 kabupaten Sampang,
pihaknya menemukan banyak kejanggalan terhadap bangunan rehap yang dinilai fantastis itu.
” Dengan nilai anggaran enam ratus juta’an saya rasa perlu diaudit. Saya lihat hanya mengganti genteng di tiga ruangan. Ini janggal pak perlu ditindak lanjuti.” Ungkap Djatmiko. Rabu Sore (25/09/24).
Dilanjutkan Djatmiko, pihaknya akan melakukan kajian serta akan menyandingkan temuannya dilapangan dengan data yang ia pegang.
” Saya sudah ambil gambar dan video. Jadi nanti kami akan melakukan kajian terhadap temuan ini. Sebelum melangkah lebih jauh.” Lanjutnya.
Adanya kejanggalan itu Djatmiko meminta pihak pelaksana serta dinas terkait untuk turun langsung melihat pekerjaan tersebut, supaya tidak ada permasalahan yang terjadi di kemudian hari.
” Saya meminta dinas pendidikan lebih inten untuk mengawasi Kalaupun nantinya ditemukan kejanggalan kami harap tindakan tegas dinas terkait supaya bisa memproses sesuai aturan yang berlaku.” Pungkasnya.
Sementara itu pihak pelaksana, Khiloirul Umam pemilik CV. karya Mandiri yang beralamat di JL. h Agus Salim itu saat dikonfirmasi melalui telfon mengatakan, pihaknya dalam membangun mengaku sudah sesuai dengan tehnik serta mengelak terkait kayu atas temuan ormas Garuda 08 itu.
” Orang teknik dilapangan sudah mengerjakan pak. Saya takut kalau tidak sesuai gambar, intinya saya membangun sesuai gambar, kayu yang diganti empat puluh kayu baru enampuluh persen kayu lama, cakar ayam ada yang diganti. Saya tidak tahu dibawah intinya saya ikut gambar.” Kata Umam pada media ini.
Bangunan yang sudah dikerjakan lima puluh persen itu tidak ada pengerjaan kusen maupun pintu.
” Yang penting struktur dulu saya kerjakan yang berat berat dulu kerjakan baru nanti yang ringan.” Pungkas Umam yang seolah tidak tahu tentang perencanaan.
(Man)















