MMCNEWS.ID | Tradisi Sedekah Desa kembali digelar meriah di Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Kegiatan tahunan yang sarat makna ini di isi beragam acara mulai dari bazar UMKM warga hingga prosesi arak-arakan tumpeng dan ritual ruwatan desa yang masih terlihat mengental, pada Sabtu (12/7/2025).
Kepala Desa Kebondalem, Faisol Zakariya menjelaskan, bahwa kegiatan dimulai sejak pagi dengan bazar produk UMKM yang berlangsung hingga malam hari. Tak hanya itu, panggung seni budaya yang menampilkan potensi masyarakat lokal juga digelar dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB.
“Setelah sholat magrib, akan ada arak-arakan tumpeng dari seluruh dusun menuju balai desa. Tumpeng yang sudah terkumpul akan menjadi bagian dari prosesi ritual ruwatan desa oleh tim khusus. Setelah doa bersama selesai, sekitar pukul 21.00 WIB, masyarakat akan dihibur dengan pagelaran gamelan sholawat,” ujar Faisol Zakariya saat ditemui wartawan di lokasi.

“Kegiatan ini murni sedekah desa. Kalau malam 10 Suro itu berbeda, kita fokuskan untuk santunan anak yatim. Tahun ini, kita menyantuni 43 anak yatim dengan total bantuan Rp1,2 juta per anak yatim. Dana dikumpulkan murni dari partisipasi warga dan kolaborasi dengan organisasi desa seperti NU,” jelasnya.

Faisol Zakariya, juga menyebut bahwa tradisi ruwatan desa sebenarnya sudah lama ada, namun baru beberapa tahun terakhir ini mulai terkoordinir dengan baik. Pemerintah desa pun ikut mendukung kegiatan tersebut melalui bantuan anggaran untuk fasilitas seperti tenda dan panggung, sementara tumpeng, gunungan, sesajen, dan perlengkapan ritual lainnya merupakan murni dari swadaya masyarakat.

“Harapan saya, dengan adanya ruwatan desa ini, Desa Kebondalem semakin maju, tentram, masyarakatnya makmur dan dijauhkan dari segala mara bahaya,” tutupnya.
Sementara itu, Masruroh (64), warga Dusun Plosorejo, Desa Kebondalem, mengaku sangat bersyukur dengan kegiatan ini. Menurutnya, sejak dipimpin kepala desa yang baru ini pak Faisol Zakariya, tradisi sedekah desa kembali hidup setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.

Reporter: Adi















