Telan Korban, Pembangunan Drainase di Jalan Panglima Polim Bojonegoro Viral

  • Bagikan

Bojonegoro, – Viral proyek pembangunan saluran drainase dan trotoar memakan korban seorang siswi. Hujan yang hampir setiap hari mengguyur wilayah Bojonegoro membuat aliran air atau gorong-gorong meluap ditambah banyaknya proyek pembangunan saluran drainase dibeberapa titik diwilayah kota Bojonegoro.

Nahas salah satu insiden yang menarik perhatian publik terjadi di Jl. Panglima Polim, salah satu jalur padat yang kerap dilalui pelajar saat berangkat maupun pulang sekolah. Dalam video yang kini viral di media sosial, tampak seorang pelajar tercebur ke dalam gorong-gorong yang terbuka dan tergenang air akibat hujan. Sontak, momen tersebut mengundang keprihatinan warganet.

Menurut informasi warga sekitar, gorong-gorong di lokasi tersebut sedang dalam tahap perbaikan, namun minim rambu peringatan dan pengaman, terutama di titik yang berdekatan dengan akses sekolah. Kondisi itu membuat pengguna jalan, termasuk siswa sekolah, tidak menyadari adanya lubang terbuka di sisi trotoar.

Peristiwa ini menuai kritik terhadap pihak pelaksana proyek yang dinilai kurang memperhatikan keselamatan publik. Warga berharap agar pemborong segera memasang rambu dan pagar pengaman di sekitar area pekerjaan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Saat diwawancarai salah satu pengguna jalan Nadia mengatakan tidak adanya rambu penanda dan penjaga disekitar proyek membuat jalan macet.

“Itu ada yang jatuh karena pas setelah hujan deras mengguyur diwilayah kota, makanya air digorong-gorongnya penuh. Mungkin sama dia tidak terlihat,” tuturnya.

Selain itu, Nadia juga berharap pemerintah daerah turut memantau proyek-proyek perbaikan yang sedang berjalan agar pelaksanaannya tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan, terlebih di musim hujan seperti saat ini.

Saat dihubungi awak media ini melalui sambungan Aplikasi Whatsapp, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Cipta Karya, Junaidi belum memberikan respon serta hingga berita ini ditayangkan pihak pelaksana maupun mandor Budi belum memberikan tanggapannya. (Red/YW/Dik).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan