MMCNEWS.ID | Kesunyian di Desa Sengon, Kecamatan Jombang, mendadak pecah oleh aroma tak sedap yang menyengat pada Sabtu siang (25/4/2026). Di balik pintu sebuah rumah sederhana, teka-teki hilangnya Bambang (50) selama sepekan terakhir akhirnya terjawab dengan akhir yang memilukan.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengayuh becak ini ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya. Kondisi jasad yang sudah mulai membusuk mengindikasikan bahwa ia telah mengembuskan napas terakhir beberapa hari sebelum ditemukan.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan pihak keluarga. Bambang, yang dikenal hidup sebatang kara, mendadak “hilang” dari peredaran. Tidak ada kabar, tidak ada sapaan, dan ponselnya tak pernah menjawab panggilan.
Namun, ada satu detail kecil yang menjadi petunjuk kunci, Gembok pintu. “Biasanya kalau keluar rumah, pintunya digembok dari luar. Tapi kali ini tidak. Itulah yang membuat keluarga curiga,” ungkap Kepala Desa Sengon, Totok Sutjahjo.
Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas gabungan dari kepolisian dan BPBD Jombang terpaksa mendobrak masuk. Di dalam kesunyian kamar itulah, Bambang ditemukan terbaring kaku untuk selamanya.
Di mata warga, Bambang adalah pribadi yang enigmatik. Meski bertetangga, ia dikenal sangat tertutup dan jarang berinteraksi.
Kades Totok Sutjahjo menyebutkan bahwa minimnya interaksi tersebut bukan karena pengabaian warga, melainkan karena sifat korban yang cenderung menjaga jarak.
Berdasarkan keterangan keluarga, Bambang memiliki dinamika psikologis yang cukup berat:
Kesehatan Mental: Memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Temperamental: Dikenal mudah emosi, yang membuatnya sulit menjalin relasi sosial.
Kesehatan Fisik: Mengidap komplikasi lambung dan masalah kulit kronis.
Hasil Penyelidikan Polisi, Kanit Reskrim Polsek Kota Jombang, Ipda Dian Rizal Mabrur, memastikan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya indikasi kriminalitas.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegasnya.
Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian, meski dugaan kuat mengarah pada penyakit yang dideritanya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kepekaan sosial. Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, mengeluarkan imbauan menyentuh bagi masyarakat.
“Jangan biarkan tetangga kita merasa sendirian. Mari lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang hidup mandiri atau sebatang kara. Satu sapaan kecil bisa sangat berarti.”
Kini, becak tua milik Bambang tak lagi melaju di jalanan Jombang. Ia telah beristirahat dengan tenang, meninggalkan pesan bisu tentang pentingnya kepedulian di tengah hiruk-pikuk dunia.
Reporter: Adi















