Tolak Pasien BPJS Viral di Medsos, Manajemen RS PKU Muhammadiyah Mojoagung Datangi Rumah Pasien untuk Meminta Maaf

  • Bagikan
Foto: RSU PKU Mojoagung, Kabupaten jombang.

MMCNEWS.ID | Pihak RSU PKU Muhammadiyah secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada NT (42) orang tua pasien balita 2,5 tahun warga Mancilan, Mojoagung atas ketidaknyamanan pelayanan yang sempat viral di masyarakat.

Didampingi Pemuda Muhammadiyah, Dr. Krisna selaku Penanggung Jawab Pelayanan membenarkan adanya miskomunikasi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien yang memicu persoalan tersebut hingga berlanjut ke publik.

Guna menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, manajemen rumah sakit telah mendatangi langsung kediaman keluarga pasien. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen moral dan kepedulian terhadap kenyamanan pasien serta masyarakat umum.

“Kami sudah mendatangi orang tua pasien dan kami sudah minta maaf. Kami akui karena miskomunikasi menjadikan persoalan ini mencuat ke publik. Ke depannya kami akan melakukan evaluasi pelayanan agar hal serupa tidak terulang,” ujar perwakilan Pemuda Muhammadiyah yang mendampingi klarifikasi kepada mmcnews.id, Minggu (23/8/2026) sore.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa permohonan maaf tidak hanya ditujukan kepada keluarga pasien terkait, tetapi juga kepada masyarakat umum yang pernah merasa kurang nyaman saat menerima pelayanan. RSU PKU Muhammadiyah menyatakan tetap terbuka terhadap berbagai masukan, pemberitaan, maupun kritik menyusul maraknya sorotan masyarakat di media sosial.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, RSU PKU Muhammadiyah berjanji akan mengambil langkah nyata melalui perbaikan tata kelola pelayanan internal dan menindaklanjuti setiap temuan keluhan yang berkaitan dengan etika atau kinerja.

Mengoptimalkan program kunjungan harian ke ruangan pasien untuk menjaring keluhan secara langsung, mengingat masyarakat awam kerap kesulitan menyampaikan aspirasi ke jalur yang tepat, serta membuka ruang komunikasi dua arah guna mencegah munculnya asumsi liar yang berpotensi meluas.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari lima perwakilan kerumahnya, termasuk dokter, Kepala IGD, hingga perwakilan Pemuda Muhammadiyah dibenarkan oleh NT, mereka datang kerumah untuk meminta maaf.

NT mengungkapkan keluhannya mengenai pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PKU. Pasalnya, ia mengaku sempat dua kali ditolak saat hendak membutuhkan penanganan medis.

Penolakan pertama terjadi ketika pasien balita yang berusia 2,5 tahun mengeluhkan gejala muntah dan diare, namun justru diminta pulang oleh petugas medis dan dirujuk ke Puskesmas.

Penolakan kedua berawal dari pasien balita yang sempat menjalani rawat inap di RS PKU akibat kondisi kejang serta tangan dan kaki membiru sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Namun, Sekitar dua minggu setelah rawat inap pertama, kondisi anak kembali memburuk dengan gejala baru berupa demam tinggi 3 hari, pucat, dan dugaan penurunan trombosit.

Akhirnya sang anak kembali dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung. Alih alih mendapat penanganan medis, pihak rumah sakit justru menolak memberikan penanganan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan Mandiri dengan alasan pasien belum satu bulan dari masa rawat inap sebelumnya, kecuali pasien bersedia masuk sebagai pasien umum/bayar mandiri.

“Saya sempat mempertanyakan fungsi BPJS Mandiri yang saya miliki kalau terus ditolak seperti ini, namun tidak ada jawaban yang pasti dari pihak RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung”, pungkas NT.

Reporter: Adi

  • Bagikan