Buka Suara Soal Proyek Jalan Rp1,49 Miliar, Pelaksana Beberkan Detail Pekerjaan Ruas Mojolegi-Panglungan

  • Bagikan
Pekerjaan hotmix dasar atau lapisan pertama di proyek peningkatan ruas jalan Mojolegi-Panglungan, di Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

MMCNEWS.ID | Setelah menjadi sorotan karena volume pekerjaan tidak tercantum dalam papan proyek, pihak pelaksana akhirnya membeberkan detail proyek peningkatan ruas Jalan Mojolegi-Panglungan di Dusun Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Pelaksana proyek, Iwan menjelaskan, pekerjaan pengaspalan yang saat ini terlihat di lapangan belum merupakan lapisan akhir.

Menurutnya, hotmix yang telah dikerjakan saat ini merupakan lapisan dasar atau Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) sehingga permukaan jalan masih tampak kasar.

“Kalau yang sekarang itu masih lapis dasar AC-BC. Memang teksturnya masih kasar,” ujar Iwan, kepada mmcnews.id. Sabtu (13/6/2026).

Menurut Iwan, panjang pekerjaan jalan yang saat ini dikerjakan mencapai 895 meter. Selain pengaspalan, proyek tersebut juga mencakup pelebaran jalan menggunakan cor beton selebar satu meter di sisi kanan dan kiri jalan dengan panjang yang sama.

Setelah pekerjaan pelebaran jalan selesai, lanjut Iwan, ruas jalan tersebut akan kembali dilapisi dengan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang berfungsi sebagai lapisan permukaan sehingga kondisi jalan nantinya menjadi lebih halus dan rapi.

“Pekerjaan lapis kedua menunggu pelebaran jalan selesai. Setelah itu baru dihampar AC-WC sehingga hasil akhirnya lebih rapi,” jelasnya.

Iwan juga mengungkapkan, selain hotmix dan pelebaran jalan, proyek senilai Rp1,49 Miliar tersebut juga mencakup pembangunan Tembok Penahan Jalan (TPJ) dengan total panjang sekitar 340 meter.

“Panjang total TPJ sekitar 340 meter, tapi dikerjakan di spot-spot yang rawan,” katanya.

Terkait sorotan mengenai volume pekerjaan yang tidak dicantumkan dalam papan proyek, Iwan membenarkan kondisi tersebut. Namun ia menyebut format papan proyek yang digunakan selama ini memang mengikuti ketentuan yang diterapkan instansi terkait.

“Dari dulu format papan nama proyek memang seperti itu dari PUPR,” katanya.

Ia juga membantah, jika papan proyek baru dipasang saat mmcnews.id datang ke lokasi. Menurutnya, papan tersebut sebenarnya sudah terpasang sebelumnya.

“Papan proyek sebenarnya sudah dipasang. Kebetulan waktu itu ada pemotongan pohon dari dinas terkait untuk pekerjaan TPJ, sehingga papan proyek sementara diletakkan di depan rumah warga,” jelasnya.

Iwan juga menjelaskan, volume pekerjaan sering kali mengalami perubahan saat pelaksanaan di lapangan. Salah satu penyebabnya adalah kondisi pekerjaan yang berbeda dengan perencanaan awal sehingga diperlukan penyesuaian melalui adendum.

“Kadang pelaksanaan tidak sama dengan perencanaan. Akhirnya ada adendum. Proyek jalan ini awalnya sepanjang 795 meter, kemudian bertambah menjadi 895 meter. Karena ada pengurangan pekerjaan TPJ, akhirnya dialihkan untuk menambah panjang jalan,” paparnya.

Iwan juga menepis, kalau proses pengaspalan yang berlangsung cepat menandakan pekerjaan dilakukan asal-asalan. Menurutnya, kecepatan pekerjaan ditunjang oleh ketersediaan armada dan sumber material yang dekat dengan lokasi proyek.

Saat proses penghamparan aspal, kata dia, pihaknya mengerahkan lima armada tronton dan sekitar 10 armada kecil untuk mendukung distribusi material. Itu pun setelah tuang semuanya balik muat.

“Semua armada 2 kali PP. Kalau AMP (Asphalt Mixing Plant) yang menyuplai material juga dekat, ada di wilayah Kertorejo, Kecamatan Ngoro. Makanya pekerjaan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Kepala Desa Dukuhmojo yang mengaku tidak mengetahui volume proyek dan menyarankan wartawan menghitung sendiri di lapangan, Iwan menilai hal tersebut wajar karena pemerintah desa memang tidak dilibatkan dalam aspek teknis pekerjaan.

“Kami hanya menyampaikan pemberitahuan terkait proyek ini melalui surat. Mekanisme administrasinya memang begitu. Jadi wajar kalau Pak Kades tidak tahu detail teknis maupun volumenya,” tandasnya.

Sebelumnya, proyek peningkatan ruas Jalan Mojolegi-Panglungan menjadi sorotan warga karena volume pekerjaan tidak dicantumkan dalam papan proyek.

Selain itu, papan proyek yang saat itu tidak terlihat di lokasi juga memunculkan pertanyaan dari warga dan pengguna jalan. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.495.421.637,68 yang bersumber dari APBD Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2026.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan