
Dari program ketahanan pangan kita menerima uang sebesar Rp. 172 juta, yang dibuat untuk ternak sapi. Kita terima dari awal bulan Februari pertengahan seingat saya, kebetulan pada waktu itu kandang sapi juga masi belum selesai di bangun dan juga bersamaan dengan hari raya Idul adha harga sapi masih cukup tinggi sehingga peternak sapi tidak mau memelihara.
Kemudian kita tunggu setelah hari raya idul adha baru kita adakan rapat lagi dengan orang-orang yang mau mengembangkan atau merawat, Lalu. setelah kita adakan rapat kita lakukan pembelanjaan semuanya, baik itu dari peternaknya maupun untuk kebutuhan kandang dan lain sebagainya. Sudah saya belanjakan semua. Dan Alhamdulillah saat ini SPJ nya sudah klop sudah selesai semuanya”, ungkapnya Kades Atim Ridwan.
Ia menambahkan untuk anggaran 172 juta itu semuanya sudah terealisasikan dan sudah tidak ada yang tersisa.
Harapannya Pemerintah Desa, semoga adanya ternak sapi yang di kelola oleh BUMDes harus benar-benar bisa di kembangkan dengan baik, terutama manajemennya, tertata pemeliharaannya. Karena dari sektor itu desa juga membutuhkan pengembangan BUMDes sehingga nantinya hasil dari BUMDes akan masuk dalam PAD Desa. karena dengan adanya ternak sapi bisa membantu menambah pemasukan perekonomian warga masyarakat sekitar”, pungkasnya.
Reporter: Jum















