MMCNEWS.ID | Demi mensukseskan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) 2025. Komando Distrik Militer (Kodim) 0814 Jombang gandeng media dan jurnalis
Komandan Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo menyebut, pembukaan TMMD di Jombang dilaksanakan pada Rabu (23/7/2025) besok. Yaitu, 5 giat fisik yang akan digarap oleh TNI dalam percepatan pembangunan di kabupaten Jombang.
Masing-masing, Pembangunan jalan di Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan seluas 1.178 meter, Rehabilitasi musala, Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 3 unit, dan Pembangunan 5 unit sumur bor.
“TMMD Ke-125 tahun 2025 yang dilaksanakan ini merupakan wujud kerjasama antara Pemkab Jombang dengan Kodim 0814 dalam menyikapi persoalan pembangunan berdasarkan pada skala prioritas, yaitu percepatan di daerah masih tertinggal dan terisolir,” kata Letkol Kav Dicky saat ditemui wartawan di ruang kerja Komandan Kodim, Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, jurnalis memiliki peran strategis dalam pembangunan melalui pemberitaan. Oleh sebab itu Kodim 0814 melibatkan jurnalis dalam program TMMD ini.
“Media adalah mitra strategis kami. Melalui pemberitaan yang objektif dan membangun, media turut membantu kami menyampaikan pesan-pesan kebangsaan, kegiatan sosial, dan berbagai program TNI kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Selain membahas peran dalam pembangunan, sinergitas Kodim 0814 dengan jurnalis ini juga dianggap sebagai wadah untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi ke depan dalam menciptakan suasana yang kondusif dan informatif di Kota Santri.
Terpisah, Achmad Fredi Prasetyo Wibowo salah satu jurnalis di Jombang mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai, program pembangunan yang diinisiasi oleh tentara ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat.
“Ini salah satu jawaban atas keluhan masyarakat, Kodim 0814 Jombang bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujar jurnalis yang akrab disapa Gus Fredi itu.
Ia berkomitmen mendukung penuh pembangunan di Jombang, terlebih di kawasan pinggiran atau kawasan yang belum tersentuh bantuan.
Jurnalis, disebutnya juga memiliki peran untuk mengawal suara masyarakat pinggiran. Artinya, apapun aspirasi masyarakat harus sampai di telinga pemangku kebijakan.
“Ini adalah salah satu jawaban,” ujar mantan Aktivis Front Mahasiswa Nasionalis (FMN) itu.
Bagi dia, kesejahteraan adalah hal utama kesejahteraan masyarakat kecil. Ia menjabarkan adanya konsep trickle down effect pun harus bertujuan kepada ekonomi masyarakat kecil. Salah satu contoh, ketika pembangunan insfrastruktur selesai ekonomi masyarakat mudah dicapai, baik melalui datangnya investor atau perusahaan-perusahaan besar
Selain itu, jurnalis Suarajatimpost.com ini juga menjabarkan konsep ekonomi kerakyatan. Artinya, ketika sudah terbangun insfrastruktur jalan hingga fasilitas utama kehidupan seperti sumur bor. Potensi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah itu juga jadi berkembang, transaksi disebutnya menjadi lancar dan peluang kesejahteraan kian gamblang
“Insfrastruktur bagus, potensi membuka peluang investor. Masyarakat kecil terwadahi, dan TNI saat ini sudah melakukan pola dasar untuk itu,” pungkasnya.
Reporter: Adi















