Tuban, – Proyek Peningkatan Jalan Bunut–Kedungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, yang dikerjakan oleh CV Pulung Rahayu dengan anggaran Rp3,94 miliar, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Hasil penelusuran di lapangan menemukan penggunaan besi wiremesh berdiameter 7,3 mm, 7,4 mm hingga 8 mm, yang dinilai di bawah standar. Padahal, dalam pekerjaan jalan beton, biasanya digunakan besi minimal berdiameter 8 mm agar struktur lebih kuat dan tahan lama.
Seorang warga yang memantau proyek mengatakan, perbedaan ukuran itu terlihat jelas saat proses pengecoran berlangsung.
> “Kami ukur, besinya tidak sama. Ada yang di bawah delapan milimeter,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Minimnya pengawasan dari dinas terkait disebut menjadi penyebab lemahnya kontrol kualitas di lapangan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa proyek bernilai miliaran rupiah tersebut bisa menimbulkan kerugian negara dan berisiko terhadap daya tahan jalan.
Hingga kini, pihak pelaksana proyek CV Pulung Rahayu maupun Dinas PUPR Tuban belum memberikan tanggapan resmi. Warga berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan uji material untuk memastikan pekerjaan sesuai RAB dan standar teknis yang berlaku.(mol/red)














