Dr. Wong Chung Chek, Ahli Bedah Tulang Belakang yang Jadi Rujukan Utama Pasien Indonesia

  • Bagikan

MMCNEWS.ID | Di kawasan Asia-Pasifik, nama Dr. Wong Chung Chek dikenal sebagai salah satu maestro dan ahli bedah tulang belakang terkemuka. Konsultan Orthopaedic Spine Surgeon dengan pengalaman lebih dari 25 tahun ini menjadi salah satu pionir teknik Vertebral Body Tethering (VBT) dan bedah minimal invasif (Minimally Invasive Spine Surgery) di Malaysia.

Menariknya, dedikasi Dr. Wong Chung Chek telah melintasi batas negara. Lebih dari separuh pasien yang ditanganinya ternyata berasal dari Indonesia.

Salah satu terobosan terbesar yang dipelopori oleh Dr. Wong Chung Chek di Malaysia adalah prosedur Vertebral Body Tethering (VBT). Ini merupakan alternatif modern yang revolusioner untuk menggantikan operasi spinal fusion (peleburan tulang belakang) tradisional.

 

Dengan Menggunakan pendekatan anterior (akses dari depan atau samping) untuk memasang sekrup titanium khusus pada korpus vertebra yang melengkung. Sekrup ini kemudian dihubungkan dengan tali kabel (tether) fleksibel yang dikencangkan dengan ketegangan terukur.

Berbeda dengan spinal fusion yang membuat tulang belakang menjadi kaku, teknik VBT memanfaatkan sisa pertumbuhan alami anak untuk meluruskan tulang secara bertahap. Hasilnya, fleksibilitas dan mobilitas gerakan punggung pasien tetap terjaga.

Metode ini sangat efektif untuk anak-anak atau remaja penderita skoliosis idiopatik yang berada dalam masa pertumbuhan pesat (usia emas 7–14 tahun). Bagi pasien dengan derajat kemiringan ringan hingga sedang (sudut Cobb di bawah 40 derajat), Dr. Wong Chung Chek tetap mengutamakan penanganan non-bedah terlebih dahulu. Namun, untuk kasus berat seperti hiperkifosis yang mencapai 90 derajat, tindakan bedah menjadi krusial.

“Hiperkifosis dengan kemiringan ekstrem sangat memengaruhi kerja paru-paru, jantung, dan bahkan lambung. Dengan melakukan tindakan koreksi postur yang tepat, kita bisa memperbaiki fungsi organ-organ vital tersebut,” jelas Dr. Wong Chung Chek.

Untuk menangani kasus revisi yang kompleks—baik pada skoliosis berat maupun hiperkifosis terfiksasi—Dr. Wong memanfaatkan teknologi Brainlab Navigation System dan Navigasi O-Arm 3D (panduan sinar-X real-time). Meskipun belum menggunakan sistem robotik mandiri, teknologi panduan ini menawarkan tingkat presisi yang setara.

“Sistem ini bertindak sebagai GPS real-time bermonitor gambar digital selama operasi berlangsung. Teknologi ini membantu memasang instrumen (pedicle screws) dengan presisi tingkat milimeter pada anatomi tulang belakang yang terdistorsi, sehingga meminimalkan risiko cedera saraf dan mempercepat pemulihan pascaoperasi,” ujar Dr. Wong Chung Chek, Rabu (1/7/2026).

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun , Dr. Wong Chung Chek memiliki reputasi yang kokoh di tingkat global. Beliau merupakan lulusan MBBS dari Universitas Malaya (1992) dan meraih gelar Magister Bedah Ortopedi (MS Orth) di kampus yang sama pada tahun 1999.

Kemampuannya diakui di Eropa setelah meraih gelar FRCS (Fellowship of the Royal Colleges of Surgeons) di Edinburgh pada tahun 1996, sebuah gelar kehormatan dan standar keahlian bedah tertinggi di Eropa.

Sederet keanggotaan profesional yang dipegangnya adalah Malaysian Orthopaedic Association (MOA, Malaysian Spine Society (MSS), Asia Pacific Spine Society (APSS), AO Spine International, Scoliosis Research Society (SRS).

Keberhasilan Dr. Wong dalam menyembuhkan ribuan pasien skoliosis dan kifosis menjadikannya tumpuan harapan bagi masyarakat Indonesia.

“Ya, sekitar 40 sampai 50 persen pasien saya berasal dari Indonesia,” ujar penerima beasiswa subspesialis Bedah Tulang Belakang di Universitas Hong Kong ini.

Bagi setiap pasien remaja, kelurusan tulang belakang bukan sekadar urusan medis, melainkan jembatan untuk mengembalikan rasa percaya diri mereka yang sempat hilang.

Untuk mempermudah pasien asal Indonesia, KPJ Healthcare menyediakan jalur komunikasi resmi yang sangat efisien. Pasien tidak perlu langsung terbang ke Malaysia untuk sekadar berkonsultasi di tahap awal.

Pasien dapat melakukan konsultasi jarak jauh berbasis data medis (X-Ray/MRI) yang sudah ada yakni dengan menghubungi kontak resmi WhatsApp +62 812 8962 2999

Khristina Kencana, perwakilan resmi KPJ Healthcare di Indonesia, menegaskan bahwa seluruh layanan pendampingan ini tidak dipungut biaya. “Semua layanan kami bebas biaya alias gratis.

Kami akan membantu proses perjalanan berobat lebih mudah, efektif, dan efisien; mulai dari pasien sebelum berangkat, selama proses pengobatan, hingga kembali ke tanah air,” pungkas Khristina.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan