MMCNEWS.ID | Dunia medis ortopedi di kawasan Asia Pasifik kini tengah menyoroti sosok dr. Lee Woo Guan. Sebagai Konsultan Utama di KPJ Kuching Specialist Hospital, Sarawak, ia tidak hanya dikenal karena rekam jejaknya yang panjang, tetapi juga karena julukan unik dari ribuan pasien asal Indonesia, dokter ‘Bertangan Dewa’.
Julukan ini lahir bukan tanpa alasan. Berbekal pengalaman klinis lebih dari 25 tahun, dr. Lee telah menjadi harapan baru bagi banyak pasien yang mengalami gangguan tulang dan sendi, terutama mereka yang membutuhkan presisi tinggi dalam tindakan operasi.
Dr. Lee dikenal sebagai pionir dalam penerapan teknologi robotik mutakhir seperti ROSA dan VELYS dalam prosedur joint replacement (penggantian sendi). Ia juga memanfaatkan teknologi cetak 3D untuk memetakan anatomi pasien secara personal sebelum operasi dilakukan.
“Sebelum operasi, dokter dapat membuat pemindaian 3D untuk memetakan anatomi secara detail. Ini memastikan ukuran dan bentuk implan sangat pas sesuai anatomi unik masing-masing pasien,” jelas dr. Lee, Senin (29/6/2026).
Penggunaan robot ini, lanjut dr. Lee, bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan sebagai alat bantu untuk meminimalisir human error. Dengan bantuan robot, pemotongan tulang menjadi jauh lebih akurat, sayatan lebih kecil, dan trauma jaringan minimal. Hasilnya? Pasien mengalami lebih sedikit perdarahan, nyeri yang berkurang, dan masa pemulihan yang jauh lebih cepat.
“Tiga hari setelah operasi, pasien sudah boleh jalan,” tambahnya dengan optimis.
Kepercayaan Pasien Indonesia
Kepopuleran dr. Lee di Indonesia melonjak drastis. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir pasca-pandemi, ia telah menangani lebih dari 2.500 kasus operasi, di mana lebih dari separuhnya adalah pasien yang datang dari Indonesia.
Keunggulan dr. Lee didukung oleh latar belakang pendidikan medis kelas dunia, mulai dari University of Malaya, National University of Singapore (NUS), hingga pelatihan intensif di Inggris. Prestasi akademiknya pun tak main-main; ia pernah meraih Medali Emas (The Chapter of Surgeons) dari NUS saat menempuh ujian bedah gabungan pada tahun 1997.
Tahun ini, dedikasinya kembali diakui dengan raihan penghargaan Healthcare Asia Awards 2026 di Singapura, menyusul penghargaan GlobalHealth Asia Pacific Awards 2025 di Bangkok.
Dr. Lee memiliki keahlian sub-spesialisasi dalam Bedah Rekonstruksi Ortopedi Dewasa dan Cedera Olahraga. Layanan unggulannya meliputi:
Total Knee & Hip Replacement: Operasi penggantian lutut dan pinggul.
Reverse Shoulder Replacement: Penggantian sendi bahu untuk kasus osteoarthritis parah.
Bedah Artroskopi: Penanganan cedera olahraga pada lutut, pergelangan kaki, dan bahu.
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan penanganan dari dr. Lee, kini tersedia jalur komunikasi resmi. Khristina Kencana, perwakilan resmi KPJ Healthcare di Indonesia, menjelaskan bahwa pasien tidak perlu khawatir mengenai alur perjalanan berobat.
“Pasien bisa melakukan konsultasi online dengan dr. Lee sebelum berangkat. Semua layanan kami bebas biaya atau gratis. Kami akan membantu proses perjalanan berobat agar lebih mudah, efektif, dan efisien—mulai dari persiapan, selama pengobatan, hingga kembali ke tanah air,” ungkap Khristina.
Untuk konsultasi lebih lanjut, pasien dapat menghubungi saluran WhatsApp resmi di +62 812 8962 2999.
Reporter: Adi















