Sambut Peresmian TPA Al Amin, YTBP Gelar Khitanan Massal bagi 71 Anak di Ende

  • Bagikan

Ende- Semangat gotong royong dan kepedulian sosial mewarnai persiapan peresmian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al Amin di Kabupaten Ende. Menjelang peresmian yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026), Yayasan Timur Bangkit (YTBP) bersama organisasi masyarakat Dana Usaha Kesejahteraan Keluarga Ende (DUKKE) menggelar khitanan massal yang diikuti 71 anak dari berbagai wilayah Kota Ende, Rabu (1/7/2026).

 

Kegiatan yang dipusatkan di TPA Al Amin di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara itu menjadi bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sebelum lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebut resmi beroperasi.

 

Sebanyak 60 peserta merupakan utusan dari 30 masjid di Kota Ende, masing-masing mengirimkan dua anak. Sementara 11 peserta lainnya berasal dari masyarakat umum yang mendaftarkan diri setelah mengetahui adanya kegiatan tersebut.

Suasana Khitanan Massal yang diselenggarakan YTBP di Ende, NTT. (Foto: istimewa)

 

Ketua Umum Yayasan Timur Bangkit, Capt. Abdurachman Sumbi, mengatakan momentum libur sekolah menjadi pertimbangan utama dipilihnya khitanan massal. Selain memudahkan proses pemulihan anak, kegiatan ini diharapkan dapat membantu keluarga yang membutuhkan layanan khitan secara gratis.

 

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih tumbuh dengan baik di Kabupaten Ende. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujar Abdurachman.

Capt. Abdurachman Sumbi, Ketua Umum Yayasan Timur Bangkit Peduli (YTBP) tengah diwawancarai di Lokasi Khitanan Massal.

 

Menurut Abdurachman, kehadiran TPA Al Amin tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, lembaga tersebut diharapkan menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda Islam melalui pendidikan akhlak, pembinaan moral, penguatan nilai-nilai keislaman, serta penanaman semangat toleransi dan kebangsaan sejak usia dini.

 

“Harapan kami, TPA Al Amin dapat melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan mampu menjadi generasi penerus yang membawa kemajuan bagi Kabupaten Ende,” katanya.

 

Ia menjelaskan, Yayasan Timur Bangkit merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, keagamaan, dan kebudayaan. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, yayasan berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

 

Abdurachman sendiri merupakan putra kelahiran Ende yang saat ini berkarier sebagai pilot Boeing 777 Garuda Indonesia dengan penugasan pada rute Timur Tengah, Asia, dan Eropa. Di tengah aktivitas profesionalnya, ia tetap berkomitmen membangun kampung halaman melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.

 

Sementara itu, salah seorang orang tua peserta, Adnan Algadri, mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan khitanan massal tersebut. Menurutnya, program sosial seperti ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

 

“Biaya khitan bagi sebagian keluarga cukup besar. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Timur Bangkit dan seluruh panitia yang telah menghadirkan program ini. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan kuota peserta yang lebih banyak agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Adnan Algadri, Orang tua Peserta Khitanan Massal YTBP.

 

Peresmian TPA Al Amin yang akan digelar pada 4 Juli 2026 diharapkan menjadi awal hadirnya pusat pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya mencetak generasi yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai fondasi pembangunan masyarakat Kabupaten Ende.

Penulis: Kis WR
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan