Garut,Mmcnews.id – Galih Rahadian kembali dipercaya untuk memimpin Serikat Pekerja/Serikat Buruh Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (SP/SB KASBI) Garut untuk periode kepengurusan 2025–2028.
Diketahui, keputusan ini diumumkan secara resmi dalam acara deklarasi kepengurusan baru yang berlangsung di Garut pada akhir pekan lalu. Acara tersebut tidak hanya menjadi momen pengenalan struktur baru kepengurusan, tetapi juga penegasan komitmen KASBI Garut dalam perjuangan hak-hak pekerja di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Galih Rahadian mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk kedua kalinya. Ia menyatakan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah penting dalam menyusun rencana strategis untuk memperkuat perjuangan pekerja di Kabupaten Garut, yang dikenal dengan berbagai tantangan ketenagakerjaan yang masih perlu diselesaikan.
“Ini adalah periode kedua saya memimpin. Kami akan terus melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Beberapa masalah di perusahaan-perusahaan yang menjadi tempat berafiliasi rekan-rekan kami masih harus diselesaikan, dan kami tidak akan mundur dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” ungkap Galih dengan tegas pada saat diwawancarai di Gedung Sasakadana, jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Minggu, (27/04/2025).
Galih juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan amanat yang telah diemban, terutama dalam hal membela hak-hak pekerja sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
Menurutnya, KASBI Garut tidak hanya bertugas untuk memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan keluarga pekerja dapat terjamin dengan baik.
“Tugas kami tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga untuk memperhatikan kesejahteraan keluarga pekerja. Kami ingin memastikan agar seluruh anggota kami, baik pekerja laki-laki maupun perempuan, bisa hidup dengan layak dan sejahtera,” jelas Galih.
Tantangan besar yang dihadapi oleh KASBI Garut, menurut Galih, adalah ketimpangan dalam penerimaan tenaga kerja yang masih terjadi di banyak perusahaan. Ia mengkritisi fenomena di mana banyak perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan pekerja perempuan, sementara banyak pekerja laki-laki yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Galih berharap pemerintah daerah Garut dapat lebih memperhatikan hal ini dengan mendorong kebijakan yang lebih adil dalam hal penerimaan tenaga kerja, dengan komposisi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.
“Kami melihat adanya ketimpangan dalam penerimaan tenaga kerja di Garut. Banyak perusahaan yang lebih memilih untuk merekrut pekerja perempuan, sementara kami khawatir hal ini akan berdampak pada ketidakadilan bagi pekerja laki-laki. Kami berharap ada kebijakan yang bisa mengatur komposisi penerimaan tenaga kerja dengan seimbang, 50% laki-laki dan 50% perempuan,” ungkapnya.
Selain itu, Galih juga menegaskan bahwa KASBI Garut akan terus berfungsi sebagai mitra kritis bagi pemerintah dan perusahaan dalam memperjuangkan penegakan hukum ketenagakerjaan. Ia mengakui bahwa beberapa perusahaan mungkin tidak nyaman dengan sikap tegas KASBI dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, namun ia menegaskan bahwa hal itu tidak akan menghentikan perjuangan mereka.
“Berserikat adalah hak setiap pekerja. Kami tidak memaksa siapapun untuk bergabung, namun kami akan selalu membuka ruang bagi mereka yang ingin memperjuangkan hak-haknya secara sah,” kata Galih dengan penuh keyakinan.
Galih juga menambahkan bahwa selama masa kepemimpinan yang baru, KASBI Garut akan mengintensifkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan lebih aman bagi pekerja. Ia berjanji untuk terus mengedepankan prinsip keadilan dan transparansi dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua.
Dengan semangat yang tinggi, Galih berharap KASBI Garut dapat terus menjadi organisasi yang kuat, solid, dan mampu memberikan manfaat yang besar bagi anggotanya, serta menjadi agen perubahan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Garut.
Perjuangan ini tidak hanya sebatas pada permasalahan di tingkat perusahaan, tetapi juga pada isu-isu yang lebih luas seperti kesejahteraan sosial pekerja, kesempatan kerja yang adil, serta perlindungan terhadap pekerja yang rentan.
“Perjuangan kami bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk masa depan pekerja di Garut. Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap pekerja di daerah ini mendapatkan perlakuan yang adil dan setara,” tutup Galih dengan optimisme.
Dengan terpilihnya kembali Galih Rahadian sebagai Ketua KASBI Garut, diharapkan organisasi ini dapat terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh anggotanya, serta mendorong terciptanya dunia kerja yang lebih adil dan berkeadilan. (DK)















