Bojonegoro – Dengan APBD tinggi dan komitmen pemerataan pembangunan berbagai item yang sedang berjalan masih belum mampu menjangkau. Salah satunya di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho.
Hal itu terlihat jelas kerusakan parah di dusun Keloran, meski nampak pembangunan drainase sedang dalam pengerjaan. Padahal jalan tersebut sebelumnya di bangun dengan aspal.
Beberapa warga mengeluhkan kondisi kerusakan jalan, yang menurut warga disebabkan kerap dilewati kendaraan truk pengangkut material.
“Apalagi pada saat sehabis hujan pasti sangat becek ditambah lalu lalang truk muatan tanah,” ujar AS salah satu warga.
Di samping jalan ada pengerjaan drainase yang juga nampak terbengkalai dan semakin menambah kumuh dan becek jalan tersebut.
“Drainase belum selesai dikerjakan dan jalan semakin rusak padahal dulunya jalan ini di aspal dan mulus,” ungkap DL seorang pengguna jalan.
Terpisah, salah seorang warga inisial (SP) membenarkan kerusakan jalan. Ia mengungkapkan, hal itu di perparah truk muatan yang diduga di luar batas tonase jalan.
Ia berharap pihak pemborong atau CV yang mengerjakan proyek bisa mencarikan solusi terbaik, agar pembangunan drainase kalau sudah jadi tidak meninggalkan kesan buruk dengan adanya kerusakan jalan yang terjadi.
Sementara itu, Supandi Kepala Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho ketika dihubungi melalui media ini melalui ponselnya membenarkan bahwa di dusun Sekalor sedang ada pengerjaan drainase.
“Ya mas ada pengerjaan drainase,” ungkap Supandi. Rabu (10/12/2025).
Disinggung terkait jalan aspal yang rusak yang dikeluhkan warganya, Supandi menjawab, “Nanti kita komunikasikan demgan pihak terkait mas,” jawabnya.
Perlu diketahui, Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho pada tahun 2025 ini mendapat BKKD dari Pemkab Bojonegoro untuk pembangunan Pendopo Balai Desa.















