Fokus utama patroli ini adalah memutus rantai potensi gangguan kamtibmas, seperti.
Perjudian dan penyakit masyarakat. Peredaran minuman keras (Miras) dan narkoba, dan juga aktivitas warung remang-remang yang menyalahi aturan.
Meski mengedepankan ketegasan, petugas di lapangan tetap menggunakan pendekatan persuasif dan humanis saat berinteraksi dengan masyarakat maupun pelaku usaha.
Hingga berakhirnya operasi pada pukul 23.30 WIB, laporan menunjukkan hasil yang memuaskan. Wilayah hukum Jombang terpantau aman, tertib, dan terkendali.
Poin penting dalam patroli ini adalah fungsi pengawasan internal TNI. Berdasarkan hasil penyisiran, tidak ditemukan adanya oknum prajurit TNI-AD yang melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam aktivitas ilegal. Hal ini membuktikan komitmen integritas prajurit di wilayah Jombang tetap terjaga.
Masyarakat Jombang bisa bernapas lega, namun para pelaku gangguan keamanan patut waspada. Dansubdenpom menegaskan bahwa aksi ini bukanlah “seremonial” satu malam. Patroli gabungan akan digelar secara rutin dan berkelanjutan sepanjang Ramadan, terutama pada jam-jam rawan malam hari.
Reporter: Adi















