MMCNEWS.ID | Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang tancap gas dalam mematangkan strategi pelayanan publik dan transformasi digital. Langkah ini ditandai dengan digelarnya dua agenda strategis sekaligus: Forum Perangkat Daerah untuk Rencana Kerja (Renja) 2027 dan Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan 2026, bertempat di Aula Diskominfo Jombang, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni administratif. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Jombang, Endro Wahyudi, S.STP., M.KP, acara ini menjadi wadah “belanja masalah” sekaligus penyerap aspirasi dari berbagai elemen, mulai dari akademisi, organisasi masyarakat, hingga awak media.
Dalam arahannya, Endro Wahyudi menekankan bahwa perencanaan menuju tahun 2027 harus memiliki ruh partisipatif. Ia tidak ingin program yang disusun hanya bagus di atas kertas (teknokratis), namun harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami membuka ruang dialog seluas-luasnya. Kami ingin memastikan setiap program tidak hanya bersifat teknokratis, tetapi juga responsif terhadap masukan masyarakat guna mewujudkan perencanaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel,” tegas Endro.
Selain menatap jauh ke tahun 2027, Diskominfo juga melakukan reviu mendalam terhadap Standar Pelayanan Publik untuk tahun 2026. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi, standar pelayanan tidak boleh stagnan.
Ada beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dalam diskusi hangat tersebut meliputi:
Penyelarasan Strategis: Memastikan program rutin selaras dengan kompas pembangunan daerah.
Transparansi Tanpa Batas: Menjamin standar layanan mudah diakses, dipahami, dan tidak berbelit-belit bagi warga Jombang.
Aspirasi sebagai Bahan Bakar: Menjadikan kritik dan saran dari stakeholder sebagai amunisi utama perbaikan kualitas layanan.
Output dari forum ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi tata kelola pemerintahan berbasis digital (e-government) di Kabupaten Jombang.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Diskominfo optimistis kualitas layanan publik akan tetap prima, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Reporter: Adi















