MMCNEWS.ID | Kabar penting bagi seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Jombang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang memberikan peringatan keras terkait pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Jika sekolah mengharapkan kucuran bantuan sarana prasarana (sarpras) atau revitalisasi gedung, kuncinya hanya satu, data harus valid dan sesuai kenyataan.
Kepala Disdikbud Jombang, Dra. Senen, M.Si (melalui Kabid Pembinaan SD, Rhendra Kusuma, M.Pd), menegaskan bahwa Dapodik bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan “raport” kondisi sekolah di mata pemerintah pusat maupun daerah.
Selama ini, mungkin banyak yang mengira bantuan datang hanya berdasarkan proposal. Namun, Rhendra meluruskan bahwa data di Dapodik adalah rujukan utama yang tidak bisa ditawar.
“Kevalidan datanya diambil dari sana (Dapodik). Termasuk kondisi fisik sekolah yang harus dijelaskan secara riil. Jangan ada yang ditutup-tutupi atau dilebih-lebihkan,” ujar Rhendra saat memberikan keterangan pada Kamis (18/2/2026).
Tidak hanya untuk pengadaan barang baru, program besar seperti revitalisasi sekolah kini sangat bergantung pada akurasi data yang diinput oleh operator.
Dampak fatal jika data asal-asalan, Rhendra mengingatkan bahwa peran operator sekolah sangat strategis. Kesalahan kecil dalam input data bisa berdampak domino yang merugikan siswa, di antaranya.
Terhambatnya bantuan operasional dan sarpras. Kendala dalam penerbitan ijazah elektronik (e-ijazah). Gangguan pada layanan pendidikan lainnya.
“Data siswa dan kelembagaan harus sinkron dengan kondisi di lapangan. Jika data tidak valid, yang dirugikan adalah sekolah dan peserta didik itu sendiri karena layanan pendidikan pasti terhambat,” tambahnya.
Sosialisasi Masif untuk Operator Guna menyamakan persepsi, Disdikbud telah melakukan sosialisasi kepada seluruh operator SD se-Kabupaten Jombang. Fokus utamanya adalah teknis pemutakhiran data sarpras, mulai dari kondisi ruang kelas hingga fasilitas pendukung lainnya.
Dengan data yang akurat, Pemkab Jombang berharap perencanaan pendidikan ke depan menjadi lebih tepat sasaran. Kini, bola ada di tangan operator sekolah. Update berkala atau siap-siap gigit jari saat bantuan turun.
Reporter: Adi















