Jombang Targetkan 3.000 Hektare Bongkar Ratoon Demi Kejar Swasembada Gula Nasional

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Kabupaten Jombang langsung tancap gas mendukung percepatan swasembada gula nasional. Tidak main-main, kabupaten yang dikenal sebagai salah satu lumbung tebu potensial di Jawa Timur ini membidik target ambisius: 3.000 hektare program bongkar ratoon dan 200 hektare perluasan lahan tebu pada tahun 2026!

Langkah besar ini ditandai dengan aksi nyata dalam Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026 yang digelar di Lahan Sawah Tebu Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (23/5/2026).

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak di 15 titik yang tersebar di 11 kabupaten se-Jawa Timur, dan terhubung secara virtual dengan pusat komando di Kediri yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Kepercayaan yang diberikan kepada Jombang tahun ini melonjak sangat drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menunjukkan lompatan kuota yang luar biasa.

Program Alokasi Tahun 2025.

Bongkar Ratoon 613,6. Perluasan Areal 61. Target Tahun 2026

Hektare 3.000 Hektare,

Hektare 200 Hektare

“Program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan industri gula nasional,” tegas Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, yang hadir mewakili Bupati Warsubi.

Menurut Gus Wabup—sapaan akrabnya—peremajaan tanaman tebu melalui bongkar ratoon adalah kunci vital. Dengan mengganti tanaman tua menggunakan varietas unggul dan teknologi budidaya yang tepat, Jombang optimistis hasil tonase dan rendemen tebu petani akan melejit optimal.

Tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, Pemkab Jombang juga menaruh harapan besar pada modernisasi pertanian untuk memikat generasi milenial dan Gen Z.

“Kami berharap generasi muda mulai tertarik dan terlibat dalam pengembangan sektor pertanian modern, sehingga lahir agropreneur-agropreneur muda di sektor tebu yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing,” seru Salmanudin.

Potensi Jombang di sektor manis ini memang tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. Much. Rony, M.M., pada tahun 2024 lalu Jombang mencatatkan performa luar biasa.

Luas Lahan Tebu: 10.787 hektare

Total Produksi: 787.246 ton tebu

Produktivitas: 73 ton per hektare

Rata-rata Rendemen: 7,11%

Total Gula/Hablur: 61.749 ton (Menyumbang 3% kebutuhan gula Provinsi Jawa Timur).

Jombang ternyata bergerak sangat cepat. Ir. Much. Rony mengungkapkan bahwa saat ini capaian luasan lahan telah menyentuh angka 2.600 hektare dari target 3.000 hektare.

Untuk mengejar sisa target yang ada, Pemkab Jombang langsung mengambil langkah taktis.

“Pemkab Jombang bergerak cepat mematangkan proses Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) serta mendorong percepatan izin pemanfaatan lahan di sekitar kawasan hutan agar pengolahan lahan bisa diselesaikan lebih awal,” pungkas Rony.

Agenda strategis ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Jombang Agus Purnomo, SH., M.Si., jajaran Kementerian Pertanian, BRMP Jatim, Pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara, pimpinan Pabrik Gula Tjoekir, serta jajaran Forkopimcam Mojowarno dan kelompok tani setempat yang kompak menyuarakan kesiapan membawa Jombang menjadi motor penggerak swasembada gula nasional.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan