Masa Reses, Anggota DPRD Bojonegoro Erik Maulana Temui Konstituenya

  • Bagikan

Bojonegoro – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Erix Maulana Heri Kiswanto, kembali menyelenggarakan kegiatan Reses Masa Persidangan III di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro(22/11/2025).

Dalam pertemuan dengan warga, Erix Maulana menyerap tiga isu utama yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari hak atas bantuan hukum, pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa, hingga mendesaknya perbaikan infrastruktur jalan dan drainase.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, Erix Maulana menyoroti pentingnya Bantuan Hukum bagi keluarga miskin. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara, terlepas dari status ekonominya, berhak mendapatkan akses yang sama terhadap keadilan.

“Kami di DPRD terus mendorong dan mengawal program Bantuan Hukum untuk masyarakat miskin di Bojonegoro. Ini adalah hak konstitusional. Warga yang menghadapi masalah hukum, baik pidana, perdata, maupun tata usaha negara, harus tahu bagaimana cara mengajukan permohonan bantuan hukum secara gratis melalui lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah daerah,” ujar Erix Maulana, sembari menambahkan bahwa payung hukum terkait hal ini sudah tersedia dan perlu disosialisasikan secara masif.

Terkait percepatan pembangunan desa, Erix Maulana menyampaikan perkembangan Realisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa yang sudah mulai berjalan. Program BKK Desa Bojonegoro diketahui memiliki peran vital dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian di tingkat desa.

“BKK Desa adalah amanah rakyat dan bentuk komitmen Pemkab untuk pemerataan pembangunan. Sinergitas antara DPRD dan pemerintah desa sangat diperlukan untuk memastikan pelaksanaannya tepat sasaran dan akuntabel. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mengawasi setiap proyek BKK yang berjalan di desa masing-masing. Transparansi adalah kunci agar dana ini benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Isu yang paling banyak disoroti oleh warga adalah kondisi infrastruktur di tiga desa: Ngulanan, Sumodikaran, dan Sumberagung sendiri. Warga mengeluhkan buruknya kondisi drainase dan jalan lingkungan yang menjadi penyebab utama banjir setiap musim hujan.

Aspirasi yang disampaikan menunjukkan bahwa drainase yang ada saat ini dianggap kurang baik dan tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Akibatnya, beberapa ruas jalan sering terendam, mengganggu aktivitas warga dan merusak kondisi jalan.

“Ini adalah aspirasi yang mendesak dan harus segera kami tindak lanjuti. Masalah drainase dan banjir ini menjadi prioritas, terutama di Desa Ngulanan, Sumodikaran, dan Sumberagung. Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum, agar perbaikan drainase dan jalan lingkungan bisa masuk dalam perencanaan pembangunan berikutnya untuk mencegah kerugian lebih lanjut akibat banjir,” tutup Erix Maulana.

Kegiatan reses ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan komitmen dari Anggota DPRD Erix Maulana untuk membawa aspirasi dan masukan warga Sumberagung serta desa-desa sekitarnya ke rapat kerja DPRD Kabupaten Bojonegoro

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan