Pemkab Bojonegoro Melalui Disdagkop UM Gelar Pameran Kearifan Lokal di Kepohbaru, Jadi Ajang UMKM Promosi Produk

  • Bagikan
Img 20240716 Wa0015

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) memberdayakan UMKM dengan menggelar Tour Pameran Kearifan Lokal di 28 Kecamatan. Sedangkan, Pameran Kearifan Lokal yang ke 6 di Kecamatan Kepohbaru, para pelaku UMKM makin geliat. Buktinya, para pengusaha kecil di wilayah kecamatan Kepohbaru antusias mempromosikan produk unggulannya masing-masing.

“Bagi kami, ini kesempatan untuk promosi. Berkat Pameran kearifan lokal yang difasilitasi Pemkab ini membuat kami lebih bergairah dan bersemangat untuk mengeksplor produk lokal yang kami miliki,” ujar Herfina, penjual rujak manis asal desa Sumbergede kepada awak media, usai pembukaan pameran kearifan lokal di lapangan desa Nglumber. Selasa (16/7/204) petang.

Ia sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten yang sudah memfasilitasi para pelaku UMKM. Menurutnya, dengan Pameran Kearifan Lokal, mampu menambah penghasilan dan meningkatkan taraf hidup.

“Kami optimis, penghasilan bertambah dan ada peningkatan taraf hidup, kalau bisa waktunya ditambah lagi, seminggu atau sebulan,” katanya.

Senada, Mahfudhotin Pedagang camilan mengatakan, dirinya berkesempatan menjajakan camilan agar lebih dikenal oleh masyarakat sehingga laku dipasaran.

“Ini kesempatan emas, kami bisa mengenalkan produk kami dan kami juga berharap ada pembinaan dari dinas terkait,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Sukaemi menyampaikan, Disdagkop UM memberdayakan UMKM melalui Tour Pameran Kearifan Lokal di 28 Kecamatan.

“Pameran kearifan lokal kita mulai sejak 2 Juli di Desa Sobontoro Kecamatan Balen. Hari ini (16/7) giliran di wilayah kecamatan Kepohbaru, yakni di lapangan desa Nglumber,” ujarnya.

Tujuannya, kata Sukaemi, untuk memberdayakan dan memberikan peluang serta pembinaan kepada pelaku UMKM agar naik kelas.

“Tentunya dengan memunculkan potensi-potensi yang ada di wilayah kecamatan Kepohbaru ini,” imbuhnya.

Sukaemi menegaskan, UMKM di Bojonegoro semakin bertambah. Hal ini menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten untuk memfasilitasi dan memberdayakan.

“Jika tidak kita lakukan, akan timbul permasalahan, kita fasilitasi, kita lakukan pendampingan agar para pelaku usaha me-‘menej’ dan menerapkan usaha dengan baik, misalnya kita tahu ‘packinging’ yang masih alakadarnya. Jadi, kalau kita tidak turun langsung, kita tidak akan tahu kekurangan UMKM kita, sudah mempunyai nomor induk usaha, Sertifikat Halal atau sudah mempunyai sertifikat merk atau belum,” paparnya.

Ia menjelaskan, terkait sertifikat merk, kata dia, jika mengajukan ke Kemenkumham berbayar RP. 1.850.000,-, jika melalui Dinas Perdagangan hanya Rp. 500.000,-.

“Dan bayarnya tidak ke dinas tetapi langsung ke Kemenkumham, kita dampingi dan kita fasilitasi, harapan kita UMKM bisa naik kelas,” jelas Sukaemi.

Sementara itu, Pj Bupati Bojonegoro melalui Sekda Bojonegoro, Nurul Azizah mengungkapkan, Pameran Kearifan Lokal ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menfasilitasi dan mendorong pengembangan UMKM naik kelas serta menggali potensi yang ada di wilayah desa masing-masing.

“Pemkab peduli, kita anggarkan dari APBD, kita berikan fasilitas tempat gratis agar UMKM terdorong lebih berkembang dan maju dalam menggali potensi yang ada,” kata Sekda.

Sekda menegaskan, sebelumnya, Pemkab Bojonegoro juga menggelar Pameran Batik di Alun-alun Bojonegoro dan mendapatkan apresiasi luar biasa dari Dekranasda Provinsi Jatim. Bahkan, kata Sekda, sejumlah pengrajin batik mendapatkan orderan batik yang cukup lumayan.

“Jadi, melalui pameran Kearifan Lokal ini jika ada produk unggulan dari masing-masing desa, seperti yang disampaikan pak Kemi, nantinya bisa dipamerkan di tingkat kabupaten,” tandas Nurul.

Sekda Nurul menambahkan, selain fokus mengurangi angka kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, meningkatkan pendidikan dan penanggulangan kebencanaan, saat ini Pemkab Bojonegoro juga fokus meningkatkan kemampuan peningkatan pendapatan UMKM dan wisata. Menurutnya, pameran kearifan lokal ini masuk dalam kategori meningkatkan kemampuan peningkatan pendapatan UMKM.

“Yang mana peningkatan kemampuan anggaran menjadi tugas kita bersama, utamanya dalam kemandirian fiskal. Nantinya menjadi penyambung, ketika DBH Migas di Bojonegoro berkurang. Karena DBH Migas kita ketahui produksi maksimal kemarin 235 ribu barrel per hari dan hari ini tinggal 147 ribu barrel per hari,” imbuhnya.

Ia berharap ada sisi kemandirian fiskal agar terjaga postur APBD Bojonegoro. Saat ini, kata Sekda, Pemkab Bojonegoro sangat antusias melakukan peningkatan UMKM sebagai upaya kemandirian fiskal.

“Intinya, ada peningkatan daya beli masyarakat,” tutupnya. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan