Pandeglang | mmcnews — Sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ciawi, Kecamatan Patia, mendesak dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) terhadap dapur layanan di bawah SPPG Surianeun, Selasa (20/04/2026).
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh menyusul ditemukannya penggunaan kantong plastik kresek dalam distribusi makanan.
Desakan ini mencuat setelah warga menerima hidangan yang dikemas dengan bahan yang dianggap tidak layak. Kondisi tersebut memicu kekecewaan karena dinilai tidak mencerminkan standar pelayanan publik yang semestinya dijunjung dalam program pemenuhan kebutuhan dasar.
Salah satu penerima bantuan berinisial MK menyampaikan pernyataan rinci terkait pengalaman yang dialaminya. Ia mengungkapkan bahwa makanan yang diterima dalam beberapa kesempatan tidak hanya dikemas menggunakan kantong plastik tipis, tetapi juga dalam kondisi kurang tertata dengan baik.
“Setiap kali pembagian, kami berharap makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar kelayakan. Namun yang kami terima justru dibungkus plastik kresek biasa, tanpa wadah yang semestinya untuk makanan siap santap. Selain terlihat kurang pantas, kami juga khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan, apalagi jika makanan masih panas saat dimasukkan ke dalam plastik tersebut,” ungkap MK.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini bukan terjadi sekali, melainkan berulang dalam beberapa kali distribusi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius dari pihak pengelola.
“Kami bukan menolak bantuan, tetapi kami ingin program ini dijalankan dengan benar. Makanan bergizi seharusnya disajikan dengan cara yang layak dan higienis. Kalau dibiarkan, ini bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah,” lanjutnya.
MK turut menegaskan pentingnya sidak sebagai langkah konkret untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kami berharap ada pemeriksaan langsung tanpa pemberitahuan sebelumnya, supaya bisa terlihat kondisi sebenarnya. Dari situ bisa dilakukan evaluasi menyeluruh, baik dari segi pengolahan, pengemasan, maupun distribusi,” tegasnya.
Warga berharap melalui sidak yang disertai evaluasi komprehensif, pihak terkait dapat segera melakukan perbaikan. Upaya ini dianggap penting untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan asupan bergizi secara aman, layak, dan bermartabat bagi masyarakat.(juh/red)














