Bogor | MMCNews.id, – Isu pemberian honorarium atau amplop bagi wartawan yang meliput kegiatan pemerintah daerah kembali menjadi perbincangan hangat. Ketua Forum Wartawan Bogor, Iwan Boring, secara tegas menyayangkan sikap sebagian insan pers yang masih berkeinginan dan menerima pemberian tersebut, bahkan menjadikannya sebagai tuntutan wajib dalam setiap peliputan.
Menanggapi polemik yang muncul setelah kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, di mana besaran pemberian dinilai tidak layak hingga memicu kekecewaan, Iwan justru menyoroti akar masalahnya. Baginya, hal yang paling disayangkan bukanlah jumlah uangnya, melainkan pola pikir yang menjadikan amplop sebagai hak mutlak.
“Saya sangat menyayangkan sikap jurnalistik yang masih mau menerima amplop. Seharusnya, sebagai seorang jurnalis, hal semacam ini justru harus dihindari, bukan malah dibiasakan hingga menjadi tuntutan bahwa setiap kali meliput kegiatan wajib ada amplopnya,” tegas Iwan Boring, Senin (1/6/2026).
Ia menilai, pemikiran di mana wartawan merasa terhina atau kecewa hanya karena nominal yang diterima tidak sesuai ekspektasi, adalah contoh sikap yang kurang bijak dan merendahkan martabat profesi. Menurutnya, profesi wartawan berdiri di atas prinsip independensi, dan ketergantungan pada pemberian dari pihak yang diliput adalah bentuk pengingkaran terhadap kode etik.
“Ketika pemberian itu tidak sesuai harapan, lalu merasa dipermalukan atau dihina? Itu pandangan yang keliru. Sejatinya, seorang jurnalis itu wajib menjaga marwah dan kehormatan profesi sebagai pihak yang independen. Tugas kita mencari dan menyampaikan fakta, bukan berharap imbalan atau pemberian apa pun dari siapa pun yang kita liput,” tegasnya dengan nada tegas.
Lebih jauh, Iwan mengingatkan kembali tugas pokok jurnalistik. Wartawan adalah pengawas, pencari kebenaran, dan jembatan aspirasi masyarakat. Jika profesi ini dijadikan lahan mencari uang saku lewat amplop, maka kebebasan dan keberimbangan pemberitaan akan sangat dipertaruhkan.
“Jangan sampai karena amplop, kita kehilangan keberanian menulis kebenaran. Jangan sampai profesi mulia ini ternoda hanya karena kebiasaan buruk yang seharusnya sudah ditinggalkan sejak lama. Marwah wartawan ada di integritasnya, bukan di berapa jumlah uang yang ada di dalam amplop,” pungkas Iwan Boring, mengajak seluruh rekan pers di Bogor untuk kembali berpegang teguh pada prinsip dan kemandirian profesi.















